MERIAH : Walikota Depok Mohammad Idris bersama istri mengadiri puncak pelaksanaan Hari Anak Nasional tingkat Kota Depok di Lapangan Balaikota Depok, Kamis (8/8). Acara yang dihadiri oleh Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Ketua KPAI Susanto, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menampilkan kreasi anak. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MERIAH : Walikota Depok Mohammad Idris bersama istri mengadiri puncak pelaksanaan Hari Anak Nasional tingkat Kota Depok di Lapangan Balaikota Depok, Kamis (8/8). Acara yang dihadiri oleh Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Ketua KPAI Susanto, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menampilkan kreasi anak. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Keluarga Nasional tingkat Kota Depok meriah. Acara diisi dengan Gelar Ekspresi Anak (GEA), di Balaikota Depok kemarin. Momentum ini dijadikan Pemerintah Kota Depok sebagai wadah, untuk mengkampanyekan komitmen dalam perlindungan anak.

Sekitar 500 anak dari seluruh jenjang pendidikan meramaikan puncak GEA 2019. Ada yang menunjukkan bakat menyanyi, menari, baca puisi, main musik dan lainnya. Peringatan HAN di Kota Depok berlangsung dalam tiga kegiatan, diisi dengan berbagai lomba tidak hanya untuk anak-anak tapi orangtua juga.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Depok dalam memberikan perlindungan untuk anak-anak. Dibantu dengan jajaran pimpinan lingkungan, sampai unsur pemerintahan yang turut komitmen mendukung Depok menjadi Kota Layak Anak.

“Puncak GEA merupakan bentuk perhatian dan kampanye pemerintah kepada seluruh orangtua, agar memberikan dan mengekspresikan penghargaannya kepada anak. Mereka adalah generasi emas dimasa depan,” kata Idris usai membuka Puncak HAN dan Keluarga Nasional di Balaikota, Kamis (8/8).

Selain merayakan HAN, lanjut Idris, ada beberapa langkah nyata pemkot dalam mewujudkan KLA. Secara kelembagaan dengan pembentukan RW Ramah Anak dengan kriteria dan indikator yang sesuai dengan arahan pusat.

“Secara yuridis, kami punya Peraturan Daerah (Perda) Ketahanan Keluarga Nomor 9 Tahun 2017. Kemudian kami menurunkan lagi menjadi Peraturan Walikota (Perwal), agar kami bisa mengimplementasikan di lapangan,” tegas pria yang kerap disapa Kyai ini.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto menyebutkan, salah satu isu yang menarik perhatian anak-anak di Kota Depok adalah tentang penggunaan gawai. Sebab ini juga sudah menjadi masalah nasional dan masuk dalam deretan laporan tertinggi dari masyarakat kepada KPAI.

“Gawai disatu sisi ada dampak positif disisi lain ada negatif dampak penggunaan alat tersebut. Dengan dilaksanakannya momentum hari anak ini tentu harus menjadi spirit untuk anak dan keluarga Depok untuk memangkas penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Susanto.(san)