Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana mengaku heran dengan adanya temuan dari Satpol PP Jawa Barat dan Kota Depok, dimana ada salah satu pusat perbelanjaan modern di kawasan Kecamatan Sukmajaya yang melanggar dengan menggunakan air  tanah tanpa ada izin.

Pasalnya, sekarang ini harga air tanah di Kota Depok merupakan yang paling murah di Jabodetabek dengan harga Rp500 rupiah per meter kubiknya.

“Harga sudah murah seperti itu, masih ada saja yang melanggar, heran saya,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya berencana untuk menaikan harga air tanah di Kota Depok menjadi Rp4.000 rupiah per meter kubik. Sebab, harga Rp500 belum pernah dinaikan sejak tahun 2003. Padahal, idealnya harga air tanah harus terus dievaluasi tiap tahunnya.

“Kemungkinan Agustus ini harga baru air tanah di Kota Depok sudah berlaku, sambil menunggu Perwal Kota Depok,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya, yakni pada Jumat (9/8), Pemprov Jawa Barat (Jabar) melalui Satpol PP Jabar dan Depok melakukan inpeksi mendadak (sidak) salah satu pusat perbelanjaan modern di Sukmajaya.

Dimana, dari sidak tersebut, Analis Pertahanan dan Keamanan Satpol PP Jabar, Lilies Rahayuni menemukan tiga pipa yang menggunakan air tanah. Dari tiga, baru dua yang digunakan. Sementara satu saluran lagi belum digunakan. Kemungkinan akan digunakan untuk apartemen.

“Waktu itu kegiatannya patroli. Dan waktunya tidak keburu jadi baru kesini,” ujarnya Radar Depok. (hmi/cky)