NAHAS : Sesosok mayat ditemukan di kebun pisang dengan luka sayatan dan pukulan, di Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat, Rabu (28/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
NAHAS : Sesosok mayat ditemukan di kebun pisang dengan luka sayatan dan pukulan, di Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat, Rabu (28/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mulai hari ini Rosida tidak lagi bisa melihat kegigihan suaminya Asbulloh, bekerja. Selasa (27/8) malam sekira pukul 21:00 WIB, pria yang kesehariannya berkerja sebagai tukang antar ayam hidup, pamit kepada istrinya ingin menagih uang kepada konsumen. Itulah pertemuan terakhir Rosida kepada suami tercintanya.

Hasbulloh yang menggendarai Suzuki Smash warna merah hitam bernomor polisi B 6596 EFJ, ditemukan tak bernyawa dengan cara sadis, Rabu (28/8). Mengenakan levis hitam jasadnya ditemukan, di Jalan Bango, RT3/RW3 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo Depok.Memang tak banyak yang tahu jalan lintas yang menghubungkan antara Pacuan Kuda menuju Jalan Pulo Mangga. Jika dari arah Pacuan Kuda, kearah Villa Santika berada disebalah kiri, jalannya menukik, sepi, dan minim penerangan.

Jalan Bango memang sepi, karena jauh dari pemukiman penduduk, sisi jalan hanya terdapat pohon pisang, dan pagar pembatas lahan milik warga. Disana jenazah pria berusia 35 diketahui telah dibunuh dengana disayat tubuhnya dan digorok lehernya.

Kapolresta Kota Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan, identitas itu ditemukan setelah polisi mendapatkan laporan dari kerabat dan keluarga Asbulloh.

Dia menuturkan, sebelum ditemukan tewas korban sempat pamit ke istrinya Rosida untuk menagih uang hasil penjualan ayam. Asbullah diketahui berprofesi sebagai penjual ayam keliling.

“Pada pukul 21:00 Selasa (27/8), Asbulloh pamit pada istrinya Rosidah, mau berangkat nagih hasil jualan ayam potong ke konsumen,” ungkap Azis.

Tapi pada Selasa malam Asbulloh malah tidak pulang. Padahal, kata istrinya biasanya dia langsung pulang setelah menagih uang hasil penjualan ayam.

Korban kemudian ditemukan warga, Rabu (28/8) sekitar pukul 08:00 WIB. Hasbulloh ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa dengan tubuh terdapat luka memar, dan bekas sayatan senjata tajam di lehernya. “Yang pertama menemukan warga, terus laporan ke Pak Warto dan kami pun dikabarkan sehingga kami langsung ke lokasi,” ujarnya.

Jenazah kini dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diautopsi. Polisi berupaya mengungkap kasus dugaan pembunuhan ini secara maksimal. “Lehernya ada luka kaya digorok dan sekujur tubuh terdapat luka sayatan. Handphone dan sejumlah uang setoran dibawa kabur pelaku,” kata Azis.

 

DIBUANG : Motor yang digunakan korban untuk bekerja ditemukam di dalam aliran Kali Krukut,Kecamatan Limo, Kota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

Sementara, petugas menemukan satu unit sepeda motor Suzuki Smash warna merah hitam bernomor polisi B 6596 EFJ, di dalam aliran Kali Krukut yang mengering.

Lokasi penemuan sepeda motor tersebut, cukup jauh jaraknya dari lokasi korban ditemukan.

Syafrudin keponakam korban mengatakan, motor tersebut adalah kendaraan yang digunakan sehari-hari korban untuk bekerja mengantar ayam ke pedagang eceran disejumlah pasar. “Iya itu motornya, sehari-hari dia pakai itu motor buat kerja,” ujar Syafrudin di lokasi kejadian, Rabu (28/8).

“Kami dapat informasi ada motor di dasar kali krukut setelah kita cek ternyata motor itu milik korban,” singkat Kapolsek Limo Kompol, Mohamad Iskandar.

Terpisah, tetangga korban, Ali Sabana mengatakan, informasi yang di dapat dari keluarga, kemungkinan pelaku merupakan teman dekat korban. “Teman sepekerjaan, dendam sudah lama. Tapi memang masih proses pengembangan,” ujar Ali Banog -sapaan Ali Sabana- saat ditemui wartawan di Jalan Mandor Basar, RT1/1 Kelurahan Rangakapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas Depok, Rabu (28/8).

Informasi yang didapatkan Ali, pelaku awalnya berboncengan dengan korban yang hingga kini belum diketahui tujuan keduanya.

“Pelakunya memang sudah membawa pisau daging yang disimpan di pinggangnya,” terang Ali.

Ketika sampai di tempat kejadian perkara, pelaku memukul kepala korban menggunakan gagang pisau hingga tempurung kepala korban.

“Lalu ditusuk di bagian perut, setelah enggak berdaya, korban digorok lehernya,” jelas Ali.

Ali mengatakan, kemungkinan motif pelaku melakukan aksi keji tersebut lantaran pekerjaan. “Pelaku iri karena korban ini dipercaya bosnya padahal masih baru (karyawan baru)” tutup pria berusia 45 tahun itu. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya