SEMRINGAH: Peserta Live-in Himapol IISIP Jakarta berfoto bersama tim pengajar, dan siswa-siswi Yayasan Rumah Langit usai menjalani rangkaian lomba pada hari terakhir kegiatan, Sabtu (24/8). FOTO : SANI/RADAR DEPOK
SEMRINGAH: Peserta Live-in Himapol IISIP Jakarta berfoto bersama tim pengajar, dan siswa-siswi Yayasan Rumah Langit usai menjalani rangkaian lomba pada hari terakhir kegiatan, Sabtu (24/8). FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Dalam rangka menunaikan kewajiban pengabdian masyarakat yang diamanahkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) IISIP Jakarta menggelar kegiatan live-in, 22-24 Agustus 2019.

Mengangkat tema “Refleksi 74 Tahun Merdeka: Mahasiswa Peduli Pendidikan Negeri”, live-in berlangsung di Yayasan Rumah Langit, Jalan Al Bariyah, Kramat Jati, Kota Jakarta Timur.

Rumah langit adalah lembaga pendidikan alternatif yang berdiri sejak Desember 2016. Yayasan ini mendidik anak-anak kurang mampu, tidak sekolah, dan berkebutuhan khusus, tanpa memungut biaya.

Ketua Himapol IISIP Jakarta Casa Sulthan Mulya menerangkan, agenda live-in terdiri dari menetap, belajar-mengajar bersama anak langit-sebutan siswa Rumah Langit, screening film,  menggelar rangkaian lomba, dan melakukan analisis sosial di lingkungan sekitar rumah langit.

“Kami ingin mengetahui gambaran umum tentang kondisi terkini dunia pendidikan di Indonesia yang telah mencapai usia ke-74 ini,” ujarnya.

Casa berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan kepekaan dan kepedulian mahasiswa ilmu politik di IISIP Jakarta, dan masyarakat umum atas kondisi sosial di sekitarnya.

“Semoga, masyarakat dan pemerintah lebih memperhatikan pendidikan bagi anak-anak dari golongan masyarakat miskin kota,” tegasnya.

Inisiatif Himapol melakukan live-in mendapat apresiasi dari pendiri sekaligus Pembina Yayasan Rumah Langit, Yuzar Mikail. Dia pun berharap, interaksi antara Rumah Langit dan Himapol bisa terus dijaga.

“Mereka keren. Selain antusias berbagi pengalaman dengan para Kakak Langit-tim pengajar, mereka juga bisa melebur dan bermain dengan anak-anak,” ucap Yuzar.

Yuzar menilai, tema kegiatan yang diangkat Himapol memang harus menjadi perhatian bersama. Baik itu, mahasiswa, lembaga-lembaga pendidikan, maupun pemerintah.

Sistem pendidikan Indonesia perlu diperbaiki, bila ingin bersaing dengan negara-negara lain. Perubahan mendasar perlu dilakukan dengan memfokuskan arah pembelajaran.

“Mata pelajaran di sekolah harusnya lebih fokus, jangan terlalu banyak basa-basi seperti sekarang. Agar setelah lulus, peserta didik memiliki kemampuan yang matang,” papar pria kelahiran 5 Desember ini.

Yuzar berharap, anak-anak langit bisa semangat belajar dan melupakan sejenak kesulitan hidup dan menguasai potensi dirinya masing-masing. Sehingga mereka bisa melangkah mantap menghadapi dunia.

“Kami tidak sedang berjuang mencetak anak-anak pintar. Tapi, kami ingin anak langit tumbuh besar sebagai individu yang berani, percaya diri dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya