BERSAHABAT: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (dua dari kiri) dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna (tiga dari kiri), saat berkegiatan di Gedung DPRD Kota Depok. FOTO : FACHRY/RADAR DEPOK
BERSAHABAT: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (dua dari kiri) dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna (tiga dari kiri), saat berkegiatan di Gedung DPRD Kota Depok. FOTO : FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri secara khusus mengundang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Kongres PDI Perjuangan, di Bali.

Hal tersebut dinilai Ketua Harian DPC Partai Gerindra Kota Depok, Jamaludin membawa kesejukan pasca meningkatnya suhu politik pada Pemilu lalu.

“Ya kami menilai, itu membuat suhu politik di Indonesia semakin sejuk. Kan sebelumnya sudah ada pertemuan dengan Pak Jokowi di MRT. Kemudian Pak Prabowo berkunjung ke kediaman Bu Mega,” kata Jamaludin kepada Radar Depok, Rabu (7/8).

Pria yang akrab disapa Jamal ini menerangkan, hubungan yang kian harmonis antara Gerindra dengan PDI Perjuangan di tingkat pusat, bisa berlanjut ke tataran daerah, seperti di Kota Depok.

“Memang kalau di Depok sih, semua partai bersahabat, dalam artian tidak ada komunikasi yang tidak baik terhadap sesama partai saat Pemilu. Semua sejuk. Apalagi, kalau di tingkat nasional seperti ini, pasti semakin sejuk,” papar Jamal.

Namun, Jamal mengungkapkan, undangan tersebut jika dilihat dari segi politik sah-sah. Sebab, dalam politik itu tidak ada sesuatu yang baku. “Jadi selama kepentingannya untuk memajukan bangsa, dalam arti untuk bangsa kedepan tidak bisa dikerjakan satu atau dua partai,” ungkapnya.

Setelah itu pun, sambung Jamal, kemungkinan ada ruang-ruang khusus, bagi Gerindra dan PDI Perjuangan agar bisa bergandengan kedepan, dimana tujuannya untuk keutuhan dan memajukan bangsa.

“Karena, tidak ada pertemuan tanpa didahului dengan lobi-lobi politik. Dengan diundangnya Pak Prabowo oleh Ibu Mega, jadi sudah tidak ada lagi perbedaan yang mendasar. Di 2024, bisa saja PDI Perjuangan dan Gerindra jalan bareng,” katanya.

Jamal menambahkan, dari agenda nasional tersebut, tentu imbasnya pasti ada untuk Pilkada Depok. Sebab, kader itu mengacunya ke pusat atau nasional. Jika diatas sudah bergandengan mesra, dibawahnya pasti akan mengikuti.

“Gerindra dan PDI Perjuangan sama-sama nasionalis, secara penyatuan lebih mudah, kami fokus bagaimana nasionalis itu tumbuh, dan maju negaranya, dan melalui partai bisa maju. Ini  menyangkut kepentingan kedepan, baik di legislatif dan eksekutif. Kami dibawah, siap mendukung terus,” jelasnya.

Sebelumnya, menyoal Pilkada Depok 2020, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo memberi isyarat bakal merangkul Partai Gerindra. Sebab, kedua partai ini sama-sama mengedepankan ideologi pancasila.

“Ya penting itu punya ideologi yang sama, mengedepankan ideologi yang sama yaitu pancasila dan kita sama-sama nyaman,” katanya.

Partai politik yang dirasa berideologi sama dan nyaman, kata Hendrik, yaitu Partai Gerindra. Menurutnya, komunikasi dengan Gerindra dan partai lain sudah sering dilakukan. Namun, PDI Perjuangan Kota Depok nyaman komunikasi dengan Partai Gerindra. Kendati demikian, pihaknya masih tetap menunggu hasil keputusan kongres PDI Perjuangan.

Dengan perolehan 10 kursi di DPRD Kota Depok, hasil dari Pileg 2019, PDI Perjuangan dipastikan bisa mengusung calon Walikota dan Wakil Walikota Depok sendiri. Tanpa harus berkoalisi.

“Kami siap berkoalisi dengan siapapun, terlebih mereka yang memiliki keinginan sama untuk membangun Depok, termasuk dengan PKS kami siap,” ungkapnya.

Dikatakannya, dia juga sering melakukan komunikasi politik dengan Pradi Supriatna sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Depok dan pengurus PKS Kota Depok. “Kami tidak alergi dengan siapapun, kami ini anak bangsa yang harus saling menopang untuk kepentingan bangsa dan Negara terlebih Kota Depok,” tandas Ketua DPRD Kota Depok ini. (cky)