PERIKSA : Satpol PP Jawa Barat dan Depok melakukan pemeriksaan salah satu mal di Sukmajaya. FOTO : SATPOL PP JAWA BARAT FOR RADAR DEPOK
PERIKSA : Satpol PP Jawa Barat dan Depok melakukan pemeriksaan salah satu mal di kawasan Kecamatan Sukmajaya. FOTO : SATPOL PP JAWA BARAT FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah ditemukannya ada pelanggaran, yakni tidak ada izin dalam penggunaan air tanah yang dilakukan ke salah satu pusat perbelanjaan modern di kawasan Kecamatan Sukmajaya, Anggota DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono berpendapat, kalau hal seperti itu banyak dilakukan dan tidak hanya ada di kawasan Kota Depok saja, tetapi di hampir seluruh Indonesia.

“Oleh karena itu, perlu adanya sanksi tegas, baik berupa pidana atau sanksi pembayaran ganti rugi yang mahal. itu untuk menimbulkan efek jera bagi pelakunya,” ucapnya kepada Radar Depok, Sabtu (10/8).

IBH-sapaannya-melanjutkan, air tanah adalah kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga, jangan dibiarkan lembaga mengambilnya dalam jumlah banyak. Sebab, kasihan warga di sekitar tersebut nantinya jika mengalami kekeringan.

Maka, ia menganjurkan agar mal, hotel, apartemen, dan lainnya agar membeli air dari PDAM, yaitu BUMD Kota Depok, agar PAD pun bisa besar dan dapat digunakan untuk kepentingak rakyat masuk ke APBD.

“Kewenangan pengelolaan Pajak Air Tanah merupakan kewenangan Kab/Kota. Dalam prosesnya, Nilai Perolehan Air (NPA) ditetapkan oleh Dinas ESDM Provinsi,” pungkas Politikus PKS ini.

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat (Jabar) melalui Satpol PP Jabar dan Depok melakukan inpeksi mendadak (sidak) salah satu pusat perbelanjaan modern di Sukmajaya.

Analis Pertahanan dan Keamanan Satpol PP Jabar, Lilies Rahayuni mengatakan, dalam pemeriksaan memang belum semua gedung dipantau. Hasilnya, ditemukan tiga pipa yang menggunakan air tanah. Dari tiga, baru dua yang digunakan. Sementara satu saluran lagi belum digunakan. Kemungkinan akan digunakan untuk apartemen.

“Waktu itu kegiatannya patroli. Dan waktunya tidak keburu jadi baru kesini,” ujarnya Radar Depok, Jumat (9/8). (hmi/cky)