TERJUN LANGSUNG : Anggota DPRD Kota Depok terpilih dari PDI Perjuangan, Imam Turidi saat menyembelih hewan kurban, di Yayasan Al Faqih Mandiri, Jalan Mangga, Kelurahan/Kecamatan Beji. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
TERJUN LANGSUNG : Anggota DPRD Kota Depok terpilih dari PDI Perjuangan, Imam Turidi saat menyembelih hewan kurban, di Yayasan Al Faqih Mandiri, Jalan Mangga, Kelurahan/Kecamatan Beji. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

Anggota DPRD Kota Depok terpilih dari PDI Perjuangan, Imam Turidi mengucap syukur setelah suksesnya Kongres V PDI Perjuangan, di Bali beberapa waktu lalu. Hal tersebut, membawa kesan tersendiri bagi wakil rakyat dari Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo) ini.

Laporan : Ricky Juliansyah

Belum lama ini, partai berlambang kepala banteng mengadakan kongres nasional di Bali. Seluruh kader partai besutan Megawati Soekarno Putri pun turut hadiri di pulau dewata. Tidak terkecuali, Imam Turidi.

Kongres yang ke-5 PDI Perjuangan yang dilaksanakan 8-11 Agustus 2019 tersebut membawa kesan tersediri bagi Caleg terpilih dengan raihan 3.755 suara ini. Ia pun mengucap syukur lantaran kongres yang mengusung tema ‘Solid Bergerak Untuk Rakyat dan PDI Perjuangan sebagai Partai Pelopor’ itu berjalan dengan lancar.

“Semoga tema yang diusung bisa diterapkan sampai akar rumput sebagai bentuk komitmen memberikan yang terbaik kepada Bangsa. Kongres sudah di tutup, tentunya sangat bersyukur semua, terutama bagi saya,” kata pria yang biasa disapa IT ini.

Kongres yang ditutup bertepatan dengan Perayaan Idul Adha 1440 Hijriah ini pun dimanfaatkan Imam Turidi untuk mencari hewan kurban. “Alhamdulilah tahun ini Allah SWT memberikan kelonggaran rejeki dan kelonggaran hati untuk ikut menetapi sunah nabi Ibrahim pada tanggal 10 Dzulhijjah bisa melaksanakan perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Saya bisa berbagi dengan warga sekitar,” paparnya.

Pada Idul Adha kali ini ia menyumbangkan hewan kurban ke Yayasan Al Faqih Mandiri yang beralamat di  Jalan Mangga, Nomor65, Kelurahan/Kecamatan Beji. Ia berharap tahun depan dapat melaksanakan kembali di lokasi dan masjid lainnya, mengingat pahala kurban sangat besar.

“Bayangkan saja, satu bulu kasar dan bulu halus dihitung satu kebaikan dan akan dijadikan tameng kita dari api neraka dan di dunia kita bisa berbagi kepada sesama,” katanya.

Penyembelihan hewan kurban adalah simbol untuk menyembelih ketamakan, amarah, egois, keangkuhan dan segala sifat tercela yang menempel pada jiwa-jiwa kita. Karena, Allah tidak memerlukan terhadap daging kurban.  Pengorbanan diwajibkan berbagi sebagai wujud hilangnya rasa rakus dan tumbuhnya empati kepada sesama.

“Daging-daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Hajj:37),” tutur Imam Turidi.

Kurban adalah harta abadi. Artinya ia akan menjadi tabungan di akhirat kelak, dan lebih istimewa dapat menjadi kendaraan untuk melewati api neraka yang membara di bawah shirat. Dalam tinjauan sosial, berbagi daging qurban kepada sesama adalah perbuatan terpuji. Dengan berbagi nikmat, harta akan berberkah, tumbuh, lalu berkembang.

“Dari sini muncul filosofi perintah Kurban, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikan salat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sesungguhnya oraang-orang yang membenci kamu adalah yang terputus, (QS. Al-Kautsar: 1-3),” terang Imam Turidi.

Untuk itu, ia mengajak seluruh umat muslim yang ada di Depok atau bahkan di dunia guna memanfaatkan momen Idul Adha sebagai kegiatan rutin ibadah dan berbagi kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 144O Hijriah. Mari kita berbagi kepada sesama dengan bersedekah dan berkurban. Semoga kita termasuk orang yang bisa selalu menebar kebaikan dan kasih sayang kepada sesama tanpa perbedaan,” pungkasnya. (*)