TAKUT: Siswa kelas 1 di salah satu sekolah dasar swasta di Kota Depok sedang di imunisasi campak dan difteri pada saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). FOTO : SANI/RADAR DEPOK
TAKUT : Siswa kelas 1 di salah satu SD swasta di Kota Depok sedang di imunisasi campak dan difteri pada saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok akan menyasar 36.884 siswa sekolah dasar (SD) se-Kota Depok untuk diberikan imunisasi campak dan difteri. Program tersebut berkaitan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan, anak-anak sangat rentan sistem kekebakalan tubuhnya. Supaya tidak terjangkit virus, anak-anak wajib mendapatkan imunisasi ulang, terutama yang baru menginjak kelas I jenjang pendidikan SD atau usia 6-7 tahun.

BIAS ini akan menyasar anak SD kelas I rentan usia 6-7 tahun. Kami targetkan capaian imunisasi pada BIAS tahun ini sebesar 100 persen atau 36.884 anak,” kata Novarita kepada Radar Depok, di Balaikota, Rabu (28/8).

Menurut Nova-sapaan akrabnya, puluhan ribu anak SD itu akan mendapat imunisasi campak dan difteri secara bergantian. Pihaknya sudah mulai menjalankan kegiatan ini mulai Agustus sampai September 2019.

Sistematikanya Dinkes Kota Depok menginstruksikan puskesmas di masing-masing kecamatan dan kelurahan untuk menyambangi sekolah-sekolah di wilayah kerjanya. Tidak hanya siswa SD Negeri tetapi siswa MI dan SD Swasta juga turut mendapatkan imunisasi tersebut. 

Apabila ada siswa yang tidak masuk saat proses imunisasi di sekolah, bisa langsung mendatangi puskesmas untuk melakukan imunisasi,” jelas Nova.

Nova berharap, seluruh generasi penerus di Kota Depok dapat terlindung dari penyakit yang disebabkan oleh virus. Dia juga mengimbau kepada orang tua untuk tidak usah takut dengan pemberian vaksin kepada anak-anaknya. 

Jangan khawatir vaksin ini tidak akan berdampak negatif untuk anak, karena pada dasarnya imunisasi sangat baik untuk menjaga sistem imunitas anak,” pungkas Nova. (rd)

 

Junalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya