RUSAK PARAH : Pengendara menghindari jalan rusak yang cukup parah saat melintas di Jalan Petrtamina Gas Alam, Kecamatan Beji, Kamis (29/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
RUSAK PARAH : Pengendara menghindari jalan rusak yang cukup parah saat melintas di Jalan Petrtamina Gas Alam, Kecamatan Beji, Kamis (29/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jalan Raya Gas Alam yang menghubungkan antara Kecamatan Cimanggis dan Kecamatan Tapos masih menjadi sorotan hangat warga setempat. Mereka terus mengeluhkan kondisi jalan yang tidak tersentuh oleh Pemkot Depok hingga kini.

Pengendara motor dari arah Tapos, Ibnu mengaku sudah geram dengan kondisi jalan yang berlubang. Setiap hari jalanan tersebut tergenang air, sehingga menutupi lubang-lubang besar yang ada.

“Lama-lama motor bisa rusak kalau setiap hari lewat jalanan berlubang besar begini. Kami minta Pemkot Depok segera diperbaiki,” kata Ibnu saat bertemu Radar Depok dilokasi, Kamis (29/8).

Selain Ibnu, pengalaman senada juga diungkapkan tukang tambal ban di Jalan Raya Gas Alam, Hengki Panjaitan menuturkan, awal November 2018 lalu, jalan tersebut diperbaiki.

“Cuma sekarang rusak kembali,” keluhnya.

Pada saat proses perbaikan jalan November 2018 lalu, toko tambal ban milik Hengki terpaksa ditutup selama dua minggu karena pengecoran.

“Saya sudah nutup dua minggu, ternyata jalan rusak lagi,” sesalnya.

Seperti diketahui di sepanjang Jalan Raya Gas Alam terdapat beberapa titik jalan rusak dan berlubang. Berdasarkan laporan warga setempat, banyak pengendara motor yang terjatuh karena tidak melihat lubang tersebut.

Tidak sampai disitu, penerangan jalan di sekitar lokasi juga minim. Sehingga pada malam hari sepanjang Jalan Raya Gas Alam rawan kriminalitas.

“Semoga pemerintah segera memperbaikinya jalan dan fasilitas penunjang di jalanan ini,” pungkas Hengki. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya