PERTEMUAN : Lurah Jatimulya Epi Ardani (tengah) saat menyampaikan perihal surat edaran walikota kepada Seluruh DKM masjid dan musala di Aula Kantor Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Jumat (9/8). FOTO : ARNET/RADARDEPOK
PERTEMUAN : Lurah Jatimulya Epi Ardani (tengah) saat menyampaikan perihal surat edaran walikota kepada Seluruh DKM masjid dan musala di Aula Kantor Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Jumat (9/8). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – Saat perayaan Idul Adha atau Idul kurban, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau lingkungan yang mengadakan pemotongan hewan kurban di Kelurahan Jatimulya, diimbau agar tidak menggunakan plastik untuk menampung daging.

Hal tersebut diungkapkan Lurah Jatimulya, Epi Ardani saat mengadakan pertemuan dengan pengurus DKM masjid dan musala di Aula Rapat Kantor Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Jumat (9/8).

“Ini berdasarkan surat edaran Walikota Depok,” tutur Epi kepada Radar Depok.

Ia mengatakan ada beberapa hal yang dibahas, salah satunya yang penting adalah terkait penggunaan plastik. Namun, penerapannya dikembalikan kepada kebijakan masjid atau musala tersebut.

“Insyaallah nggak ada yang gunain plastik. Nah kalau tadi rencana para masjid dan musala ada yang mau pake besek, daun pisang, bahkan ada yang mau pake daun kelapa dibuat kaya ketupat begitu, bebas warga berkreasi,” kata Epi.

Lurah perempuan satu-satunya di Kecamatan Cilodong ini menambahkan, selain mengurangi penggunaan sampah plastik, kemungkinan ingin menggali kreasi warga Depok dalam menyajikan daging qurban kepada warga.

“Karena dengan begitu, warga harus memikirkan hal yang kreatif, dengan harga murh tapi baik digunakan. Memang tambah tenaga, Insyaallah juga berkah karena ini ibadah,” ungkap Epi.

Walikotra Depok beberapa waktu mengeluarkan Surat Edaran yang isinya, membawa kembali alas sholat/koran bekas, menimbun limbah qurban dengan baik/ diolah menjadi pupuk, dan menggunakan wadah selain katong plastik yang sukar terurai. (arn)