Presiden RI, Joko Widodo.
Presiden RI, Joko Widodo.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Papua untuk tenang dan tidak melakukan tindakan anarkistis. Apalagi sampai merusak fasilitas umum. Oleh karena itu, dirinya berjanji akan berkomunikasi dengan para tokoh suku, agama, adat, dan pemuda papua.

“Rencananya minggu ini, kita akan bertemu. Tetapi, belum memungkinkan, sehingga akan dilakukan dalam waktu yang secepatnya,” ucapnya.

Presiden menyatakan, dirinya sudah meminta aparat keamanan untuk menindak tegas siapa pun yang melanggar hukum, bertindak anarki, atau melakukan perilaku rasis.

“Karena kita semua rugi apabila ada fasilitas umum, publik, fasilitas masyarakat yang kita bangun menjadi rusak atau dirusak,” ujarnya di Purworejo, Jawa Tengah, Kamis malam (30/8).

Di saat bersamaan, pemerintah terus berupaya dan berkomitmen untuk memajukan Papua. Baik di bidang fisik maupun sumber daya manusia (SDM). “Agar kita semuanya, khususnya mama-mama, pace, mace, anak-anak Papua, bisa lebih maju dan sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, dirinya bersama panglima TNI telah bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat Papua. “Dalam pertemuan itu muncul permintaan untuk menangani kasus di Surabaya dengan tegas,” tuturnya. Kasus yang dimaksud itu adalah aksi sekelompok orang di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada Sabtu (17/8). Saat itu beberapa orang meneriakkan kata-kata rasis kepada mahasiswa Papua yang berada di dalam asrama.

“Apa yang terjadi di Surabaya itu ulah oknum, sama sekali tidak mewakili masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, dia juga meminta agar mahasiswa Papua memahami kultur dan budaya tempat merantau. Mereka harus berbaur dengan warga setempat. Tidak boleh hidup eksklusif. “Adik-adik dari Papua dijamin keamanannya, tapi juga harus menghargai masyarakat lokal,” tegasnya. (jwp/rd)

 

Editor : Pebri Mulya