PROTES : Sejumlah massa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa (GMPB) melakukan aksi protes mengenai pembangunan apartemen Evenciio yang dianggap menggangu warga khususnya pejalan kaki di kawasan Jalan Margonda Raya, Kamis (15/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PROTES : Sejumlah massa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa (GMPB) melakukan aksi protes mengenai pembangunan apartemen Evenciio yang dianggap menggangu warga khususnya pejalan kaki di kawasan Jalan Margonda Raya, Kamis (15/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

l

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa (GMPB) menggeruduk Apartemen Evenciio di Jalan Margonda Raya. Menurutnya, pembangunan JPO di Jalan Margonda, Pondok Cina, Beji, menyalahi aturan.

Mereka membentangkan spanduk berisi tulisan dan mencoret pagar seng yang ada didepan proyek pembangunan tersebut menggunakan cat pilox.

Koordinator aksi, Hanafi Moni mengatakan pihaknya menilai pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) proyek apartemen tersebut telah merampas hak pejalan kaki.

“Kami melihat pembangunan ini ketika ada JPO mengganggu hak pejalan kaki, semoga ini bisa terselesaikan dengan cepat karena perjuangan kami tak henti disini dan terus berlanjut,” ujar Hanafi di lokasi demo, Rabu (15/8).

Hanafi mengatakan, pagar-pagar seng pembangunan JPO tersebut sangat mengganggu pejalan kaki hingga harus berjalan dipinggir Jalan Raya Margonda. Kemudian, Hanafi menuturkan pihaknya juga menduga ada pelanggaran jarak garis bangunan proyek pembangunan Apartemen Evenciio.

“Ada juga terhadap jarak garis bangunan, sudah disampaikan dan kami siap mengkaji lebih dalam bersama pihak konstruksi dan pengembang Apartemen Evenciio,” ucapnya kepada Radar Depok.

Menurutnya hal tersebut menjadi konsentrasi dalam memberikan teguran kepada pemilik Bangunan/Owner Evensiciio Apertemen Margonda sesuai persyaratan administrasi dan teknis bangunan di atas tanah dan juga Pemerintah Kota Depok yang dengan lancarnya memberikan izin persyaratan administrasi dan teknis terkait Jarak Bebas Bangunan dan Daerah Sepadan sesuai Peraturan daerah No. 15 Tahun 2013.

Sementara itu, Humas Evenciio Apartemen, Ni Made Krishin Na Gara mengatakan dalam pembangunan JPO pihaknya mengaku berdasarkan persetujuan pemkot Depok. “Kami membuat JPO berdasarkan saran dari pemkot, dan menjadi salah satu syarat sebelum membangun apartemen,” kata Krishin –sapaan akrab Ni Made Krishin Na Gara-.

Dia juga mengaku telah memenuhi Garis Sepadan Bangunan sepanjang 100 meter dari Jalan. “Kami sudah memenuhi kriteria yang telah ditentukan,” tukas Krishin. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya