DIAPRESIASI: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin mengunjungi Iblam Edu Garden (IEG) Hidroponik milik Yayasan Tunas Iblam di Jalan Raden Sanim, Beji, beberapa waktu lalu. FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

 

DIAPRESIASI: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin didampingi Manager Hidroponik, Kartini mengunjungi Iblam Edu Garden (IEG) Hidroponik milik Yayasan Tunas Iblam di Jalan Raden Sanim, Beji, beberapa waktu lalu. FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BEJI – Konsep pertanian modern dengan nama Iblam Edu Garden (IEG) Hidroponik yang dilakukan Yayasan Tunas Iblam, diapresiasi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Mohamad Thamrin. Belum lama ini, Thamrin mengunjungi IEG hidroponik milik Tunas Iblam di Jalan Raden Sanim, Beji.

Kedatangannya disambut Kepala SD Nasional Plus Tunas Iblam, Rani Ika Apriliyani, dan ahli tanaman hidroponik, Asep Agro. Diketahui, program hidroponik di sekolah tersebut sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Hal itu dipilih karena di Kota Depok masih minim sekolah yang menerapkan program hidroponik.

“Iblam Edu Garden Hidroponik ini bisa menjadi kawasan edukasi bagi siswa di Iblam, dan sekolah lain. Di tengah kawasan modern ini ternyata masih mampu menciptakan lahan pertanian yang modern, ini patut kita apresiasi bersama,” ungkap Thamrin.

Tanaman hidroponik yang ada di IEG Tunas Iblam sangat beragam, mulai dari bayam, kangkung, pokcay, dan sejumlah jenis tumbuhan salad. Pada awal pendiriannya, didampingi ahli dalam pembuatan tanaman hidroponik.

Kepala SD Nasional Plus Tunas Iblam, Rani Ika Apriliyani menuturkan, program hidroponik ini sudah berjalan dan diprogramkan sejak beberapa waktu lalu. Ditempatkan di area lahan dengan total 240 meter. “Kami kembangkan hidroponik mulai dari pokcay, kangkung, bayam merah, bayam hijau, dan beberapa jenis tumbuhan salad,” ungkap Rani kepada Radar Depok.

Rani melanjutkan, program hidroponik ini merupakan program yang berkelanjutan. Konsepnya setelah panen akan ditanam dengan tanaman yang baru. Tidak hanya bernilai edukasi, area hidroponik di SD Nasional Plus Tunas Iblam bisa dimanfaatkan juga oleh siswa dari sekolah lain yang ingin berkunjung ke lokasi ini. Hingga bisa melihat proses pembuatan tanaman maupun panen hidroponik.

“Hidroponik menggerakkan siswa, bahwa ke depan dalam menanam itu tidak selalu mengandalkan tanah. Hidroponik salah satu solusi yang tepat untuk tanaman di masa depan, khususnya sayuran. Kalau di Jepang dan negara Asia lainnya sudah berjalan,” tutur Rani. (rd)

 

Jurnalis : M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya