HARUS DITATA : Angkutan umum saat menunggu penumpang di terminal sementara Kota Depok yang berada di kawasan Stasiun Depok Baru. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah memiliki Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) guna menata kembali transportasi umum. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
HARUS DITATA : Angkutan umum saat menunggu penumpang di terminal sementara Kota Depok yang berada di kawasan Stasiun Depok Baru. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah memiliki Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) guna menata kembali transportasi umum. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Guna menata kembali transportasi umum di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengklaim sudah memiliki Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

Diharapkan kajian yang ada di Kota Depok mengacu pada RITJ. Hal tersebut disampaikan Kepala BPTJ, Bambang Prihartono. Ia mengatakan, RITJ sesuai dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2018 dan masuk pada rencana makro di BPTJ.

Rencana detailnya lanjut Bambang, sedang menunggu kajian dari pemkot/kabupaten yang masuk wilayah Jabodetabek. Diketahui, Pemkot Depok telah melakukan kajian Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) sebagai pedoman teknis dalam penataan angkutan di Depok.

“Kami punya grand design terkait permasalahan transportasi umum di Jabodetabek, tapi detailnya ada di Pemkot Depok,” kata Bambang kepada Radar Depok.

Bambang berharap, jika studinya selesai seharusnya itu sudah masuk ke RITJ.

“Rencana detailnya biar Pemkot Depok yang buat, karena rencana makronya ada di RITJ,” tegas Bambang.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengaku, belum mengetahui kajian SAUM tersebut.

“Saya mau tahu itu info SAUM darimana. Nanti baru akan saya jawab,” kata Dadang saat dihubungi Radar Depok.

Sementara itu, Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan, untuk mengentaskan kemacetan setiap kota harus memiliki fasilitas transportasi yang memadai.

“Pengaturan dan pembagian yang sesuai kebutuhan para pengguna transportasi selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penduduk di Kota Depok,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Djoko menilai, Pemkot Depok harus jeli menyikapi persoalan yang ada. Guna mengurangi kemacetan, Dishub Kota Depok telah melakukan studi sistem angkutan massal pada tahun 2012.

“Sebaiknya pemerintah mengimplementasikan hasil studi lalu lintas yang dilakukan tahun 2012 itu,” kata Djoko.

Dari studi yang dilakukan, Pemkot Depok telah mempelajari terkait pembangunan prasarana dan sarana bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Juga mempelajari pengembangan SAUM di Kota Depok sebagai pedoman teknis dalam penataan angkutan.

“Di samping harus dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar, angkutan umum massal ini akan dibuat nyaman dan aman, cepat sampai tujuan, dan lebih ekonomis,” kata Djoko.

Dari hasil studi yang dilakukan dishub Kota Depok pada tahun 2012, pada koridor 1 ini rutenya dari Terminal Jatijajar kembali ke Terminal Jatijajar.

Koridor ini memiliki panjang rute sekitar 17,9 km. Dalam menentukan jumlah armada komponen lain yang terkait adalah kecepatan dan waktu perjalanan. Nilai kecepatan ditentukan berdasarkan standard pelayanan minimal kecepatan angkutan umum adalah 20 – 30 km/jam.

Koridor 2 rutenya dari Terminal Depok kembali ke Terminal Depok dengan melalui ruas Jalan Ir. H. Juanda pada saat berangkat. Koridor ini memiliki panjang rute sekitar 15,33 km. Koridor 3 rutenya dari Terminal Sawangan sampai Terminal Depok dan merupakan rute trayek yang paling panjang jika dibandingkan dengan ke II trayek lainnya.

Panjang koridor 3 ini adalah 20,54 km dengan waktu tempuh selama 61.5 menit jika kecepatan perjalanan sebesar 20 km/jam.

“Seperti yang terdapat di dalam hasil studi. Jaringan Pelayanan SAUM dapat diimplementasikan di Kota Depok dengan ketiga tahapan implementasi dengan berdasarkan prioritas,” tandasnya. (rub)

 

Tentang Penataan Transportasi Umum di Jabodetabek

Kesiapan BPTJ:

Menyiapkan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek

 

Harapan BPTJ:

Kajian transportasi di Kota Depok mengacu pada RITJ

 

Rencana Detail:

Menunggu hasil kajian pemkot/kabupaten di Jabodetabek

 

 

Sorotan:

Hasil studi (sistem angkutan massal) pada tahun 2012 diharapkan diimplementasikan

 

Target Angkutan Umum Massal:

– Nyaman dan aman

– Cepat sampai tujuan

– Lebih ekonomis

 

Koridor 1

Rute: Terminal Jatijajar kembali ke Terminal Jatijajar

Panjang Rute: 17,9 Kilometer

 

Koridor 2

Rute: Terminal Depok kembali ke Terminal Depok

Panjang Rute: 15,33 Kilometer

 

Koridor 3

Rute: Terminal Sawangan sampai Terminal Depok

Panjang Rute: 20,54 Kilometer

 

Reporter : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya