PENERAPAN CONTRA FLOW : Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Arif Rahman Hakim, Rabu (28/8). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok terus berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Depok mengenai penerapan contra flow yang akan diberlakukan di jalan tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PENERAPAN CONTRA FLOW : Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Arif Rahman Hakim, Rabu (28/8). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok terus berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Depok mengenai penerapan contra flow yang akan diberlakukan di jalan tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penerapan Contra Flow di Jalan Arif Rahman Hakim tentu harus berdasarkan kajian yang ketat. Semua pihak diminta pendapat untuk menyelesaikan penerapan program ini.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengaku siap jika dibutuhkan dalam memecahkan solusi transportasi yang ada di Kota Depok. Dia juga mengatakan sepakat dengan program yang dijalankan pemerintah untuk memberlakukan sistem contra flow.

“Saya sudah tiga kali diajak mereka (Dishub Kota Depok) rapat membahas contra flow,” katanya.

Dia mengaku, selama ini selalu menerjunkan anggotanya untuk mengatur lalu lintas di Jalan Arif Rahman Hakim. Kemacetan masih kerap terjadi pasca penerapan Sistem Satu Arah (SSA) disana.

“Masalahnya untuk mengurai kemacetan,” tukasnya.

Sebelumnya, Dishub Kota Depok Jawa Barat akan melakukan uji coba sistem contraflow atau melawan arah di Jalan Arif Rahman Hakim (ARH) pada Sabtu, (30/8).

Diketahui, Jalan Arif Rahman Hakim yang biasanya berlaku dua arah akan  dibuat satu arah  untuk mengurangi volume kendaraan pada Jalan Dewi Sartika.

“Sistem Satu Arah (SSA) yang biasanya dilakukan pukul 15:00 WIB – 22:00 WIB akan diubah menjadi contraflow sepanjang hari,” ujar Kepala Dishub Kota Depok Dadang Wihana.

Dadang menjelaskan, rekayasa lalu lintas dibuat karena melihat waktu jeda kereta api saat melintas di Jalan Dewi Sartika yang semakin singkat yakni, kurang lebih empat menit. Akibatnya, antrean kendaraan menjadi sangat panjang.

“Biasanya dari pertigaan Ramanda menuju Jalan Arif Rahman Hakim dua jalur satu arah. Ke depan akan satu jalur saja yang digunakan, satu jalurnya lagi akan di contra flow,” ucapnya.

Dengan begitu, sambung Dadang, Jalan Arif Rahman Hakim akan menjadi tiga jalur ke arah barat. “Tiga jalur tersebut berlokasi di putaran Bank BNI Arif Rahman Hakim, sehingga pengendara dapat berpindah jalur untuk menuju ke Jalan Nusantara Raya,” jelasnya.

Dadang mengatakan, rekayasa contraflow sudah dikaji dan sudah dibahas dengan intansi terkait termasuk BPTJ dan Polresta Depok. Tak hanya itu, akan ada petugas di Jalan Arif Rahman Hakim selama dilakukan ujicoba.

“Setiap kebijakan pemerintah bertujuan kebaikan, tentunya sudah memperhitungkan aspek teknis dan sosial,” katanya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya