MULAI SURUT : Kondisi air Kali Gede mulai surut yang banyak digunakan masyarakat untuk pertanian dan perikanan di wilayah Kelurahan Duren Mekar,Bojongsari, Selasa (13/8). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
MULAI SURUT : Kondisi air Kali Gede mulai surut yang banyak digunakan masyarakat untuk pertanian dan perikanan di wilayah Kelurahan Duren Mekar,Bojongsari, Selasa (13/8). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, DURENMEKAR – Air Kali Gede, di wilayah Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari, yang digunakan sebagai pengairan mengalami penyurutan. Hal ini disinyalir imbas musim kemarau.

Ketua LPM Kelurahan Duren Mekar, Ahmad Khairul Kahfi mengatakan, musim panas menyebabkan penyurutan sejumlah air kali diwilayah Duren Mekar. Terpantau, debit air di sejumlah kali, salah satunya Kali Gede, mengalami penurunan air akibat musim panas yang melanda.

“Kali Gede yang melintas di dekat Jalan H Suhaemi kondisinya mulai surut,” ujar Kahfi kepada Radar Depok, Selasa (13/8).

Kahfi mengungkapkan, akibat surutnya air Kali Gede membuat sejumlah lahan pertanian dan perikanan kurang mendapatkan pasokan air dari kali tersebut. Apabila musim panas terus melanda hingga beberapa bulan kedepan, dikhawatirkan petani ikan dan sawah akan mengalami kekeringan sehingga menimbulkan kerugian.

Salah seorang petani ikan, Rojak menuturkan, kurangnya debit air Kali Gede membuat pasokan air ke kolam ikan miliknya mengalami kekurangan.

Padahal, kolam ikan mas dan bawal miliknya harus mendapatkan pasokan air yang cukup. Untuk menghindari kekurangan air, Rojak melakukan pengeboran tanah untuk mendapatkan air tanah sebagai pasokan air kedalam kolam.

“Semoga hujan cepat turun sehingga air Kali Gede kembali normal dan dapat mengairi kolam kami,” tutup Rojak. (dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya