SEMANGAT : Sejumlah warga mengikuti perlombaan panjat pinang di Sungai Ciliwung, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Sabtu (17/8). Kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Anak Ciliwung (Kancil) itu dilakukan untuk memeriahkan perayaan HUT Ke-74 Republik Indonesia. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SEMANGAT : Sejumlah warga mengikuti perlombaan panjat pinang di Sungai Ciliwung, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Sabtu (17/8). Kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Anak Ciliwung (Kancil) itu dilakukan untuk memeriahkan perayaan HUT Ke-74 Republik Indonesia. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kegembiraan telah merdeka selama 74 tahun, tidak hanya dilakukan di lapangan secara formil. Melalui kegiatan alam, dan memanfaatkan aliran Sungai Ciliwung dilakukan warga RT4/1, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Sabtu (17/8).

Peserta berjuang, yang menonton bersorak kegirangan melihat tingkah peserta yang jumpalitan. Panitia terus mengganggu peserta panjat pinang agar tak sampai ke puncak. Simbol perjuangan, sangat erat terasa saat perlombaan panjat pinang. Hal tersebut dilakukan Komunitas Anak Ciliwung (Kancil) dengan memanfaatkan aliran sungai Ciliwung.

Ketua Kancil, Manarul Hidayat mengatakan, ingin membuat kegiatan yang berbeda. “Kami ingin lebih seru saja, karena sungai merupakan pusat kehidupan dan kebudayaan,” kata Manarul kepada Radar Depok.

Kegiatan tersebut sudah dilakukan lima tahun berturut, anusias masyarakat bertambah. Karena panitia telah menyediakan hadiah yang menarik. “Kami menggunakan bahan yang ramah lingkungan, agar tidak mengganggu ekosistem di sungai,” kata Arul –sapaan Manarul-.

Tidak hanya panjat pinang, panitia telah menyiapkan belasan lomba yang menarik untulk diikuti, yang lagi-lagi memanfaatkan aliran sungai. Dengan kegiatan tersebut pihaknya juga mengajak masyarakat bantaran Sungai Ciliwung untuk menjaga kebersihan. “Kami mengajak warga untuk sama-sama menjaga kebersihan, dan saling mengingatkan antar tetangga, untuk berhenti buang sampah di sungai,” papar Arul.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Deny Suhendar mengaku, kerap datang keacara tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut mampu menyedot wisatawan lokal. Untuk sekedar datang menonton, atau mengikuti perlombaan. “Saya sambil foto-foto, kan keren juga, merayakan kemerdekaan di Sungai Ciliwung,” ucapnya.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut menurutnya harus dikelola dengan benar, untuk menarik minat wisatawan lokal. “Bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitar aliran sungai,” tandas Deny. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya