RUSUH : Ratusan pemuda dan mahasiswa asal Papua menggelar aksi demonstrasi di sekitar Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Rabu (28/8). Aksi unjuk rasa tersebut mengusung tema "Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri untuk Mengakhiri Rasisme dan Penjajahan di Papua Barat. FOTO : JAWA POS
RUSUH : Ratusan pemuda dan mahasiswa asal Papua menggelar aksi demonstrasi di sekitar Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Rabu (28/8). Aksi unjuk rasa tersebut mengusung tema “Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri untuk Mengakhiri Rasisme dan Penjajahan di Papua Barat. FOTO : JAWA POS

 

JAKARTA – Menjaga keamanan di kawasan Papua, Kementeri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) memberlakukan pembatasan dalam penggunaan internet. Hal ini berkaitan dengan pecahnya kerusuhan di Jayapura, Kamis (29/08). Menko Polhukam, Wiranto mengatakan, pemeritah melakukan hal tersebut untuk menjaga keamanan nasional.

“Saya tak ragu-ragu untuk setiap saat melemotkan medsos, kalau memang sudah membahayakan kepentingan nasional,” kata Wiranto.

Wiranto menjelaskan, pembatasan penggunaan medsos lantaran, itu bisa menjadi media yang sangat rawan terhadap penyebaran isu-isu hoaks. “Kita tidak akan membiarkan provokasi, membakar-bakar masyarakat, menyebarkan berita lewat media sosial. Ini bukan tindakan sewenang-wenang, bukan melanggar hukum, tetapi untuk menjaga keamanan nasional, menjaga keutuhan nasional,” tambahnya.

Wiranto menuturkan, untuk tenggat waktu pemblokiran internet di Papua, pihaknya masih belum b isa memastikan sampai kapan. Intinya adalah sampai kondisi sudah aman. “Ya sampai (kondisi, Red) aman,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memutuskan untuk memblokir akses internet terkait kerusuhan Papua dan Papua Barat.

“Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, Kemkominfo memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi,” tutur Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu.

Pemblokiran sudah berlangsung mulai Rabu (21/8). Pencabutan pembatasan internet dilakukan hingga suasana bumi cendrawasih tersebut kembali kondusif dan normal. (jwp/rd)

 

Editor : Pebri Mulya