NARKOBA: Sejumlah paket kokain yang tersapu ombak dan ditemukan di pinggir Pantai Bethells, Selandia Baru. FOTO : JAWA POS
NARKOBA: Sejumlah paket kokain yang tersapu ombak dan ditemukan di pinggir Pantai Bethells, Selandia Baru. FOTO : JAWA POS

 

RADARDEPOK.COM – Ketika menemukan kotak biru tersapu ombak ke daratan Rabu sore (7/8), warga Pantai Bethells, Selandia Baru, girang. Sebab, kotak berwarna biru itu mempunyai logo tameng emas. Mereka mengira logo tersebut milik perusahaan sampanye termasyhur Dom Perignon.

“Saat dengar kabar itu, saya berpikir segera berlari ke lokasi. Barangkali bisa dapat sampanye,” ujar Leah Macfadyen, seorang warga, kepada 1 News.

Namun, Macfadyen langsung mengurungkan niat tersebut setelah mengetahui isi kotak-kotak itu bukan minuman keras, melainkan bubuk putih mencurigakan. Polisi yang datang memastikan bahwa kotak tersebut berisi kokain. “Hanya narkoba. Bukan untuk saya,” ungkapnya.

Wilayah Pantai Bethells merupakan tempat observasi burung. Karena itu, warga sekitar sering pergi ke pantai untuk mencari penampakan burung dotterel. Saat itulah mereka menemukan paket tersebut.

Setelah mencari semalaman, kepolisian dan warga menemukan 19 paket obat terlarang. Namun, kepolisian menduga masih ada paket yang terjebak di lautan. Mereka langsung menugasi petugas patroli untuk berjaga di pantai tersebut sementara waktu.

“Helikopter Eagle akan melakukan pencarian sisa paket dalam wilayah yang lebih luas,” ujar Inspektur Detektif Kepolisian Distrik Waitemata Colin Parmenter.

Sebenarnya, nilai 19 paket kokain itu mencapai berkali-kali lipat dari sampanye Dom Perignon. Harga 1 gram kokain di Selandia Baru bisa mencapai 375 dolar Selandia Baru (Rp 3,4 juta). Empat kali lipat dari harga kokain di AS.

Karena itulah, banyak pengedar yang berusaha menyelundupkan barang haram tersebut ke Negeri Kiwi. Jose Sousa-Santos, pakar kejahatan Pasifik di Massey University, mengatakan bahwa barang haram itu mungkin dibeli dari Peru atau Kolombia dengan harga USD 7.500 per kilogram.

“Paket ini bisa saja sengaja dibuang penyelundup karena ada aparat laut mendekat. Atau memang disimpan di dasar laut,” ungkapnya. (jwp/rd)