NARSUM : Nana Shobarna saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi dan Pendidikan Politik Pemilih Pemula bagi Pelajar SMA/SMK se-Kota Depok yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Depok di Wisma Hijau beberapa waktu lalu. FOTO : RICKY /RADARDEPOK
NARSUM : Nana Shobarna saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi dan Pendidikan Politik Pemilih Pemula bagi Pelajar SMA/SMK se-Kota Depok yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Depok di Wisma Hijau beberapa waktu lalu. FOTO : RICKY /RADARDEPOK

 

RADARDDEPOK.COM, DEPOK – Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna sekali lagi mengajak generasi milenial untuk tidak apatis dengan politik dan menggunakan hak suaranyapada Pilkada Depok yang pencoblosannya dilaksanakan 23 September 2020.

Hal tersebut disampaikan Nana Shobarna saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi dan Pendidikan Politik Pemilih Pemula bagi Pelajar SMA/SMK se-Kota Depok yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Depok di Wisma Hijau, beberapa waktu lalu.

“Beberapa hari kemarin menjadi narasumber Kesbangpol. Saya kembali memberi tahu dan mengajak kaum milenial agar tidak apatis dalam proses demokrasi,” kata Nana saat dijumpai Radar Depok, Kamis (29/8).

Menurutnya, dengan turut berperan dalam Pilkada nanti, rakyat berhak untuk menuntut keadilan dan kesejahteraan terhadap pemerintah. Terutama bagi kaum milenial.

“Jangan sampai golput, saya berpesan agar adik-adik pelajar tidak apatis terhadap politik lalu menjadi golput pada hari pemungutan suara. Rugi kalau enggak milih,” paparnya.

Ia mengungkapkan, angka pemilih milenial pada Pemilu 2019 mencapai 40 persen.  Sehingga, suara mereka sangat menentukan. Untuk itu, pihaknya pun akan melakukan berbagai cara guna meningkatkan partisipasi pemilih yang dipatok oleh KPU dan Pemerintah, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang mencapai 77,5 persen.

“Tidak apatis di sini, tidak hanya menggunakan hak suara pada hari pencoblosan, tetapi juga aware dengan tahapan yang sedang dilakukan KPU Kota Depok,” ungkapnya.

Pada perhelatan Pilkada, Nana melanjutkan, berkaca dari dua periode sebelumnya, tingkat partisipasi masyarakat masih minim, seperti Pilkada 2010 diangka 54 persen dan Pilkada 2015 diangka 56 persen.

“Kami menaikan 2 persen saja sudah berjuang mati-matian, berdarah-darah lah kita kalau bisa dibilang mah. Kalau Pemilu 2019 kemarin, tingkat partisipasi di Kota Depok mencapai 80,67 persen. Sangat jauh dari Pilkada,” ungkapnya.

Di 2020 nanti, sambung Nana, Kota Depok bersama tujuh kabupaten lainnya di Jawa Barat akan mengadakan Pilkada serentak 2020, dimana akan memilik kembali Walikota dan Wakil Walikota Depok. Sedangkan, tahapannya sendiri berdasarkan PKPU Nomor 15 Tahun 2019 sudah dimulai di akhir tahun ini.

“Ingat tahun depan, hari Rabu tanggal 23 September 2020, Depok akan memilik Walikota dan Wakil Walikota. Jadi, gunakan hak plihmu gaiss,” pungkas Nana. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya