Antusias : Warga Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere saat belajar membuat olahan makanan dari labu kuning. FOTO : ISTIMEWA
ANTUSIAS : Warga Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere saat belajar membuat olahan makanan dari labu kuning. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Waktu tidur yang tak teratur berkaitan dengan beragam jenis penyakit. Penelitian terbaru menunjukkan, orang yang tidak tidur di waktu yang sama secara teratur atau tidak mendapatkan jumlah tidur yang sama lebih mungkin terkena obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Menurut salah satu dosen Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta, Nanang Nasrulloh, mengatakan banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk menyembuhkan penyakitnya diabetes.

Dia mengatakan labu kuning menjadi salah satu obat diabetes. Namun jika dimakan begitu saja tentu tidak semua orang bisa memakannya.

Labu kuning adalah buah manis dari tanaman sejenis sayuran yang berasal dari Benua Amerika, terutama di negara Peru dan juga Meksiko. Tanaman ini tumbuh merambat dengan daun berukuran besar serta berbulu. Buahnya besar dan warnanya hijau jika masih muda, sedangkan yang tua berwarna kuning oranye hingga kuning kecokelatan.

Selain itu, daging buahnya tebal dan rasanya manis, membuat labu kuning mudah diterima oleh masyarakat juga mudah untuk diolah menjadi masakan. Tak banyak yang tahu bahwa labu kuning mengandung banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya untuk mengatasi diabetes.

“Namun tidak semua suka dengan labu kuning. Sehingga kami mencoba mengenalkan makanan dengan olahan labu kuning,” kata Nanang.

Menurutnya labu kuning bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan sehingga cocok di lidah masyarakat. “Produk olahan Mie Labu Kuning, Puding Labu Kuning, dan Biskuit Labu Kuning,” kata Nanang.

Ia menerangkan, makanan tersebut dibuat dari serangkaian penelitian panjang, agar layak dan dapat dikonsumsi dengan aman. “Ini bisa menjadi solusi sebagai obat diabetes, sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Nanang.

Kata dia, sebagai bentuk sosialisasi dan pengenalan terhadap masyarakat, pihaknya mengajak masyarakat kelurahan Gandul, Cinere untuk sama-sama belajar membuat makanan olahan dari labu kuning. “Kami mengajak masyarakat untuk lebih mengenal labu kuning dan cara pengolahannya, sehingga lebih diterima masyarakat,” kata Nanang.

Tidak sendiri, sebagai bentuk Nanang dibantu Andri Pramesyanti P, dan dr. Retno Yulianti, dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran. Serta M. Ikhsan Amar, dari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran.

“Kami berharap masyarakat lebih bisa memanfaatkan buah labu kuning sebagai alternatif obat diabetes yang aman,” kata Nanang. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya