HOBI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna berfoto dengan panitia usai Pradi Supriatna Cup yang diselenggarakan di Lapangan Porkas Jaya, Kampung Setu, Kelurahan Cilangkap Tapos. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

HOBI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna berfoto dengan panitia usai Pradi Supriatna Cup yang diselenggarakan di Lapangan Porkas Jaya, Kampung Setu, Kelurahan Cilangkap Tapos. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

 

Kecintaan Pradi Supriatna terhadap si kulit bundar tidak perlu diragukan lagi. Selain aktif saat era kejayaan Persikad Depok, kolaborasi dengan pengurus wilayah dituangkan dalam bentuk turnamen sepakbola bertajuk Turnamen Porkas Jaya Open, Pradi Supriatna Cup.

Laporan : Ricky Juliansyah

 

RADARDEPOK.COM, – Berada di wilayah Kampung Setu Kelurahan Cilangkap, Tapos, turnamen rutin tahunan yang dinamakan Turnamen Porkas Jaya Open 2019 memang menjadi ajang bergengsi bagi para penghobi si kulit bundar di Kota Sejuta Maulid dan sekitarnya.

Bahkan, di 2019 terasa spesial. Pasalnya, tim yang merumput di Lapangan Porkas Jaya ini memperebutkan piala Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

Makanya, jangan heran, ditengah kesibukan luarbiasa dalam hal kedinasan maupun undangan dari warga di seluruh pelosok Kota Depok, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna masih menyempatkan diri untuk memantau langsung turnamen yang digagas pencinta sepakbola dari Timur Kota Depok.

“Memang Depok itu banyak sekali yang hobi sepakbola, di mana pun turnamen yang digelar, pasti banyak penontonnya,” kata Pradi.

Kembali ke Turnamen Porkas Jaya Open, Pradi Supriatna Cup, pada 25 Agustus kemarin menggelar laga pamungkas antara Denis FC kontra Ramaja Club. Drama delapan gol pun tercipta di Lapangan Porkas Jaya. Ramaja harus bertekuk lutut dari Tim asal Tangerang, Denis FC dengan skor akhir 6-2.

“Kalau finalnya yang menutup Pak Camat Tapos, pemenangnya dari Tangerang. Luarbiasa itu, tim dari luar kota Depok sampai meramaikan turnamen ini,” papar Pradi.

Memaknai sebuah turnamen sepakbola, bagi Pradi bukan menampilkan kemampuan individual pemain dan juga kerja sama tim demi raih gol demi gol yang muaranya untuk kemenangan.

Yang lebih mendasar adalah hiburan untuk rakyat, rakyat yang merindukan tim sepakbola lokal dapat berjaya di kampung sendiri. Bahkan, bisa berkiprah di kasta tertinggi persepakbolaan tanah air.

Jadi, menurut Pradi, dari turnamen-turnamen yang diadakan tersebut adalah untuk menumbuhkan minat, bakat dan juga ajang bagi para pemandu bakat untuk melihat bibit muda berbakat menampilkan kemampuan terbaiknya setelah keluar dari kawah candradimuka tiap SSB yang ada di Kota Depok.

“Turnamen itu untuk menunjukan kemampuan terbaik. Mental para pemain muda ditempa melalui turnamen. Dari sini, para pemain muda itu dapat berkembang demi menggapai asa mereka menuju pemain profesional dan masuk di skuad tim profesional yang memberikan masa depan cerah,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap, tiap kecamatan di Kota Depok dapat menggelar turnamen serupa. Sehingga, nantinya akan bermunculan bibit muda berbakat yang nantinya dapat membawa harum nama keluarganya dan Kota Depok.

“Banyak turnamen seperti ini Porkas Jaya, ada KTI Cup di Bedahan, Sawangan, di Limo dan lainnya. Semoga, nantinya dari Askot PSSI Kota Depok dapat membuat formula yang bagus agar tim-tim di Kota Depok memiliki wadah. Banyak positifnya dari olahraga,” pungkasnya. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya