FOTO : ISTIMEWA
FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – Sejumlah lurah di Kota Depok menyambut baik kebijakan Pemkot Depok tentang absensi sidik jari (fingerprint), di setiap kantor kelurahan.

Lurah Jatimulya, Nandang Juhana mengatakan, kebijakan ini bakal meningkatkan kedisiplinan para pegawai. Semua akan bekerja (datang) sesuai dengan waktunya.

“Biar sekarang semua sesuai dengan jamnya. Ini juga akan menjadi motivasi dan semangat pegawai di Kelurahan. Tentu kami akan menerima soal ini dengan baik,” ungkap Nandang kepada Radar Depok, Jumat (30/8).

Senada diucapkan Lurah Cipayung, Herman. Ia menyambut baik. Menurutnya, fingerprint akan memudahkan pengawasan bagi pegawai maupun nonpegawai oleh dinas. Sehingga dalam bekerja, tidak bisa main-main.

Lebih lanjut, ia mengaku sebelumnya, tak sedikit yang cuek akan peringatan darinya sebagai lurah. Hal ini berkaitan dengan disiplin bekerja.

“Dengan ini (fingerprint) pasti akan sangat membantu. Saya jadi tak perlu capek mengingatkan. Jadi bisa ketauan semua soal kehadiran sama dinas terkait,” tukas Herman.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok berkomitmen meningkatan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok. Salah satu upayanya dengan memasang mesin absensifingerprint di semua unit kerja, termasuk di kantor kelurahan.

“Dipasangnya mesin tersebut agar kehadiran ASN dapat terpantau dan tercatat dengan baik. Bukan hanya oleh kepala perangkat daerah. Namun juga BKPSDM Depok,” kata Kepala BKPSDM Kota Depok, Supian Suri.

Menurutnya, ASN wajib melakukan absen di pagi hari sebelum bekerja dan sorenya sebelum pulang. Walaupun ada kegiatan ke masyarakat, tetapi dirinya berharap mereka bisa melakukan absensi terlebih dahulu.

“Kami meminta pada kelurahan juga untuk menyiapkan satu petugas yang bertanggung jawab terhadap mesin absensi ini. Nanti kami akan koordinasi lebih lanjut,” tuturnya.

Selain memasang mesin absensi, lanjut Supian, pihaknya juga akan membuat aplikasi pelaporan kegiatan ASN. Tujuannya, untuk memantau perkembangan kinerja ASN setiap harinya.

Dia menambahkan, sebelumnya proses pelaporan kinerja dilakukan secara manual. Seringkali, ujarnya, pengisiannya dirapel per satu minggu atau dua minggu, sehingga tidak efektif.

“Kinerja yang dilaporkan harus didasarkan pada persetujuan dari atasan. Jadi ketika kita melaksanakan tugas tanpa sepengetahuan atau perintah atasan. Maka laporan kinerja tersebut tidak akan dianggap,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya