BUKTI : Achmad Sodlih memperlihatkan bukti laporan dan segel perjanjian kepada mantan RW, diduga telah melakukan penipuan, Kamis (8/8). FOTO : SANI/RADARDEPOK
BUKTI : Achmad Sodlih memperlihatkan bukti laporan dan segel perjanjian kepada mantan RW, diduga telah melakukan penipuan, Kamis (8/8). FOTO : SANI/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, CINERE – Mantan Ketua RW2, Kelurahan/Kecamatan Cinere berinisial R, dilaporkan ke Polresta Depok. Keladinya, R diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur pada pasal 378 dan 372 KUHP, terhadap Achmad Sodlih.

Achmad Sodlih mengatakan, pada tahun 1986, R meminjam uang sebesar Rp2 juta kepada dirinya. Sebagai gantinya pada tahun 1990 R membuat pernyataan menyerahkan tanah seluas 100 meter kepada Achmad Sodlih. Namun, seiring waktu berjalan lahan yang dimaksud  sudah dikuasai dan dimiliki oleh pihak lain.

Ketika hal itu dipertanyakan Achmad Sodlih, R berdalih tanah itu sudah tidak menjadi milik Achmad Sodlih. Ini lantaran R telah membayarkan hutang Sodlih kepada mantan bos tempat Sodlih bekerja waktu itu.

“Pertama kali saya pertanyakan masalah tanah pada tahun 2018, karena surat segel pernyataan baru saya temukan. Tapi saya sangat kaget karena R bilang tanah saya sudah enggak ada. Katanya buat bayar hutang saya ke bapak H. Ali bos tempat kerja saya dulu. Padahal saya tidak punya hutang dengan mantan bos saya,” beber Achmad Sodlih kepada Radar Depok, Kamis (8/8).

Dia menambahkan, melaporkan R ke Polisi dikarenakan upaya mediasi di kantor kelurahan tidak membuahkan hasil. Lantaran tanah yang dimaksud tidak terdaftar di buku letter C kantor kelurahan.

“Tadinya saya tidak ada maksud untuk memperkarakan R ke jalur hukum, karena kami masih kerabat yang masih ada hubungan. Saya hanya ingin menuntut hak saya tapi upaya musyawarah tidak membuahkan hasil,” bebernya.

Sejauh ini, kata dia, R tidak ada iktikad baik untuk memenuhi tuntutannya. Maka dengan sangat terpaksa dilaporkan ke Polisi pada  Februari 2019 dengan bukti laporan Nomor STPLP / 363/ K / II / 2019 tertanggal 15 Februari 2019. “Saat ini proses hukumnya masih berjalan,” imbuhnya.

Sementara Heri, anak Achmad Sodlih. Dia hanya ingin hak, tapi sepertinya engkong R enggak respon dan menganggap sepele masalah ini. “Makanya kami lapor ke Polisi untuk diproses secara hukum saja,” singkat Heri.(san)