DITUTUP SEMENTARA : Pengendara sepeda motor melintas di pintu masuk akses Universitas Indonesia, Pondok Cina, Kamis (29/8). Akses pintu masuk tersebut akan ditutup sementara mulai tanggal 29 Agustus sampai 1 September dikarenakan adanya perbaikan jalan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DITUTUP SEMENTARA : Pengendara sepeda motor melintas di pintu masuk akses Universitas Indonesia, Pondok Cina, Kamis (29/8). Akses pintu masuk tersebut akan ditutup sementara mulai tanggal 29 Agustus sampai 1 September dikarenakan adanya perbaikan jalan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Masyarakat yang hendak memasuki kawasan kampus Universitas Indonesia (UI) diharapkan menghindari pintu masuk lewat Stasiun Pondok Cina. Pasalnya akses masuk melewati pintu tersebut untuk beberapa saat akan ditutup, karena ada perbaikan jalan.

Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia, Riffely Dewi Astuti mengatakan, penutupan sementara akses masuk area kampus melalui pintu Pondok Cina (Pocin), dikarenakan ada perbaikan jalan di sekitaran area tersebut. Pintu tersebut ditutup mulai 29 Agustus hingga 1 September 2019.

“Hindari sementara pintu masuk melalui Pondok Cina karena sedang ada perbaikan jalan menuju area kampus,” kata Riffely kepada Radar Depok.

Dia menerangkan, akses masuk melalui Pondok Cina bukan berarti ditutup secara menyeluruh. Hanya tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua. Bagi pejalan kaki masih bisa melintas di area yang telah disediakan sebelumnya.

Untuk kendaraan roda dua yang hendak masuk ke kawasan kampus UI, bisa melalui gerbang utama dan pintu masuk lainnya. Seperti gerbang PNJ dan Kukusan Kelurahan.

“Perbaikan jalan ini untuk mendukung kelancaran akses warga UI,” terang Rifelly.

Penutupan akses masuk area kampus juga bersamaan dengan pelaksanaan Upacara Wisuda dan penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2019. Sehingga ini menjadi agenda rutin tahunan ditutupnya akses masuk melalui pintu Pondok Cina.

“Upacara Wisuda dan penyambutan mahasiswa baru dilakukan mulai Jumat (30/8) sampai Minggu (1/9),” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya