PENDAPAT : Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) bersama Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. FOTO : JAWA POS
PENDAPAT : Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) bersama Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. FOTO : JAWA POS

 

JAKARTA – Keluarnya hasil survei dari Indonesia Development Monitoring (IDM) yang menyatakan banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) menolak rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan, mendapatkan respon dari Men-PAN RB Syafruddin.

Syarifruffin meresponnya dengan membantah hasil survei tersebut. Dirinya beranggapan, tidak ada PNS yang menolak pemindahan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

“Siapa yang menolak, wah enggak, tidak ada yang menolak,” katanya, seperti dikutip PojokSatu.id (Radar Depok Group).

Diketahui, dalam survei IDM yang digelar pada 7 hingga 20 Agustus 2019, terkait pemindahan pusat pemerintahan dan ibu kota negara, terungkap, 94,7 persen ASN menolak ibu kota dan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kalimantan.

Direktur Eksekutif IDM Harly Prasetyo dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, survei dalam bentuk tanya jawab dilakukan terhadap 1.225 responden ASN, mewakili 800 ribu PNS yang bertugas di pemerintahan pusat.

“Hasilnya sebanyak 94,7 persen ASN menolak ibu kota dan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kalimantan. Sebanyak 3,9 persen setuju, sisanya abstain,” ucap Harly.

Dia menerangkan bahwa alasan penolakan mereka didapati 93,7 persen menyatakan khawatir dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan anak yang kurang bermutu. Sebab, sarana yang berkualitas banyak di DKI Jakarta.

“Sebanyak 92,6 persen ASN menyatakan gaji dan pendapatan mereka tidak akan mencukupi biaya hidup mereka di ibu kota baru,” ungkap Harly.

Sementara itu ketika ditanyakan bagaimana jika mereka dipaksa pindah bertugas ke ibu kota negara yang baru, maka 78,3 persen akan mengajukan pensiun dini dari tugasnya, 19,8 persen akan ikut pindah dan sisanya menjawab tidak tahu.

Diektahui, Survei yang dilakukan IDM ini menggunakan metode multistage dandom sampling dengan jumlah respondent 1.225, pada tingkat kepercayaan 95 persen dan memiliki margin of error -/+ 2,1 persen. (jwp/rd)

 

Editor : Pebri Mulya