BERSINERGI :  Wakil Walikota Pradi Supriatna, saat didampingi Camat Cipayung Asep Rahmat, serta dihadiri langsung Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, saat Rapat Koordinasi P2WKSS Kelurahan Bojong Pondok Terong, di Aula Masjid As Sobariyah RW 10 Kelurahan Boponter, Cipayung, Selasa (27/8). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

BERSINERGI :  Wakil Walikota Pradi Supriatna, saat didampingi Camat Cipayung Asep Rahmat, serta dihadiri langsung Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, saat Rapat Koordinasi P2WKSS Kelurahan Bojong Pondok Terong, di Aula Masjid As Sobariyah RW 10 Kelurahan Boponter, Cipayung, Selasa (27/8). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – Setelah lima bulan berjalan, Program Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) yang dilaksanakan di RW10 Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Cipayung sudah mencapai 50 persen, baik dari sektor fisik dan non fisik.

Hal tersebut diungkapkan Ketua TP PKK Kota Depok Elly Farida saat Rapat Koordinasi di Aula Masjid As Sobariyah  RW10 Kelurahan Boponter, Cipayung, Selasa (27/8)

“Target progress yang dicapai sudah setengahnya, harapannya bisa diatas 50 persen. Tapi sudah banyak yang dihasilkan dan sudah banyak pelatihan yang diberikan,” kata Bunda Elly sapaan akrabnya.

Hingga kini, peserta P2WKSS sudah bertambah jumlahnya menjadi 100 KK binaan, dan sudah pembentukan Poktan, Paud yang diberikan DPAPMK dan Dinkes sudah melakukan penyuluhan kesehatan gigi beserta dengan praktek.

Sementara, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, pencapaian tiap dinas masih fluktuatif, ada dinas yang 100 persen, ada yang 50, 20. secara umum 50-60 persen.

Ia mencontohkan, yang 100 persen seperti Disdagin, dimana sudah menggelar pasar murah, pelatihan menjahit dan produk lokal, Dinsos craf, Disnaker pelatihan bengkel hantaran, Disdukcapil berupa pelayanan akte kelahiran atau KIA, Damkat, DKP3 budidaya ikan lele serta Kelompok Wanita Tani (KWT).

“DKUM tinggal satu pembentukan koperasi, Dinas PUPR baru 1 paket pekerjaan untuk drainase di rw 11, tersisa lima kegiatan yang belum terealisasi,” paparnya.

Targetnya, sambung Pradi, awal Oktober diharapkan dapat merampungkan seluruh program, baik pembangunan fisik maupun non fisik di lokasi tersebut. Utamanya,  mendorong infrastruktur dan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Semua penting. Dorong BLP percepat paket2 lelang p2wkss tapi tetap ikut prosedur, kita ingatkan terus ini program yang harus selesai awal oktober. Bukan seperti kegiatan umum yang selesai desember,” ucap Pradi. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya