ILUSTRASI : Warga memasukan daging ke dalam kantong plastik usai pemotongan hewan kurban di salah satu kawasan di Kota Depok. Pemerintah Kota Depok menghimbau pada tahun ini agar tidak menggunakan plastik untuk membungkus daging kurban. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ILUSTRASI : Warga memasukan daging ke dalam kantong plastik usai pemotongan hewan kurban di salah satu kawasan di Kota Depok. Pemerintah Kota Depok menghimbau pada tahun ini agar tidak menggunakan plastik untuk membungkus daging kurban. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Besok Hari Raya Idul Adha. Imbauan Walikota Depok untuk tidak menggunakan plastik guna membungkus daging kurban sudah diedarkan. Namun sepertinya, masih banyak warga yang belum tahu imbauan ini. Masih ada yang tetap memakai plastik..

Salah satu panitia kurban di Musala Al Awwabin, Kelurahan/Kecamatan Cinere, nampak aktif mempersiapkan perayaan Hari Raya Idul Adha. Panitia juga telah menyiapkan plastik yang akan digunakan untuk membagikan daging hasil kurban.

Panitia kurban setempat, Ramin mengatakan, setiap tahun di musalanya selalu memotong hewan kurban untuk dibagikan ke masyarakat. Dia juga mengatakan untuk membagikan daging hasil kurban dia juga telah menyiapkan plastik.

“Kami sudah beli plastik buat bagi-bagi daging,” kata Ramin.

Ia belum mengetahui surat edaran Walikota Depok untuk. “Setiap tahun juga kami pakai plastik. Saya juga belum tahu pasti surat edaran itu,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengaku bingung bila harus mengganti plastik dengan media lain. “Selain pakai plastik, mau pakai apa lagi. Sementara daun-daunan di kawasan Cinere sudah jarang,” kata Ramin.

Begitupula yang dikeluhkan panitia Kurban di Masjid Nurul Hikmah, Kelurahan/Kecamatan Cilodong. Panitia kurban, Ade Permana juga sudah menyiapkan plastik untuk membagikan daging hewan kurban.

“Yang praktis memang menggunakan plastik. Kalau harus pakai besek bambu, harganya bisa lebih mahal,” tukas Ade.

Sebelumnya Walikota Depok, Mohammad Idris mengimbau masyarakat untuk bisa mengurangi sampah saat perayaan Idul Adha. Imbauan tersebut juga tertuang dalam surat edaran wali kota Nomor 658.1/368- DLHK tentang pengurangan sampah pada saat pelaksanaan Idul Adha.

“Ini juga terkait kebijakan nasional tentang pengelolaan sampah. Kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengurangi sampah saat lebaran Idul Adha,” ujarnya.

Dia mengatakan, imbauan yang dikeluarkan antara lain masyarakat diminta membawa kembali alas salat maupun koran bekas atau bisa disalurkan ke penampung kertas bekas. Selain itu, bagi juru sembelih maupun panitia kurban, diharap menimbun dengan baik limbah bekas kurban dalam tanah atau diolah menjadi pupuk.

“Untuk membungkus daging kurban, kami harapkan panitia menyiapkan wadah makanan yang mudah terurai seperti besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan, daun jati, daun pisang dan lain-lain,” tandasnya. (rub)