DILENGKAPI FASILITAS: Kepala UPT Pasar Tugu sedang menunjukkan fasilitas ruang menyusui yang ada di pasar yang beralamat di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
DILENGKAPI FASILITAS : Kepala UPT Pasar Tugu sedang menunjukkan fasilitas ruang menyusui yang ada di pasar yang beralamat di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, TUGU – Memiliki sarana dan prasarana pendukung, serta laporan administrasi lengkap, tidak lantas menjadikan Pasar Tugu lolos dalam dalam seleksi Administrasi dalam Lomba Pasar Rakyat tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) 2019.

Hal tersebut pun menjadi bahan pertanyaan Kepala UPT Pasar Tugu, Ikhwan Suryadin Nasution.  Sebab, dengan demikian, otomatis pasar yang terletak di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis tersebut tidak bakal dikunjungi tim penilai dari Provinsi Jabar.

“Saya heran kurangnya pasar ini dimana. Padahal kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang,” kata Ikhwan, sapaannya, Rabu (14/7).

Ia mengungkapkan, dalam proses penilaian administrasi, pihaknya sudah melampirkan semua hal yang berkaitan dengan profil pasar, mulai dari ruang menyusui, area bermain anak, area merokok dan area bebas rokok, klinik, taman pasar, dan punya toilet ya g memadahi.

“Kami sudah memiliki fasilitas yang lengkap dan layak, tapi kenapa kami dinyatakan tidak lolos seleksi, ” ujarnya.

Ikhwan menambahkan, selain mempunyai fasilitas yang lengkap, pasar tersebut juga dikenal aktif dalam melakukan kegiatan sosial, sebab saat ini tercatat pasar tersebut memiliki 70 orang anak yatim yang dibina oleh mereka.

“Kami juga memperhatikan nasib anak yatim di sini, bukan sekedar mengejar dunia saja, ” tambahnya.

Ia berharap agar tim penilai lomba di tingkat Provinsi Jabar setidaknya datang untuk melakukan inspeksi mendadak ke pasar tersebut dan menunjukkan di mana letak kekurangan pasar tersebut sebagai bahan evaluasi mereka.

“Kami memang tidak berambisi menjadi juara, tapi kami ingin tahu di mana kekurangan kami, agar menjadi bahan perbaikan kami di kemudian hari, ” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya