BAYAR PAJAK : Warga saat membayar pajak di Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB di Balaikota Depok, Senin (19/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BAYAR PAJAK : Warga saat membayar pajak di Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB di Balaikota Depok, Senin (19/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Sekitar dua pekan lagi batas akhir pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang bakal jatuh tempo pada 31 Agustus 2019. Dari target sekitar Rp295 miliar pada tahun ini, hingga 19 Agustus, baru terkumpul Rp178 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok, Nina Suzana mengatakan, hingga menjelang jatuh tempo baru mendapatkan sekitar 66 persen dari target Rp295 miliar. Namun sampai akhir bulan dirinya tetap optimis target dapat tercapai.

“Dari awal tahun 2019 sampai 19 Agustus ini sudah ada 319.024 warga yang membayar PBB. Artinya pembayaran pajar yang terkumpul Rp 178.762.661.584,” kata Nina kepada Radar Depok, di Balaikota Depok, Senin (19/8).

Dia mengungkapkan, biasanya tren masyarakat Kota Depok senang membayar PBB menjelang batas jatuh tempo. Bahkan tidak sedikit juga yang baru bayar setelah lewat jatuh tempo, sekitar September-Desember.

Guna mengantisipasi kepadatan di loket PBB yang berada di lingkungan Balaikota. BKD Kota Depok telah bermitra dengan bank-bank konvensional, mini market, dan juga kantor kecamatan.

“Kalau sudah lewat jatuh tempo dikenakan sanksi atau denda sebesar dua persen dari total pembayaran pajak tersebut setiap bulannya,” jelas Nina.

Pantauan Radar Depok, Senin (19/8), di ruang pelayanan pembayaran PBB Balaikota Depok. Mayoritas masyarakat yang membayar pajak berusia diatas 50 tahun. Walaupun tidak sempat membludak, tetapi sudah mulai ramai di semua loketnya.

Kepala Bidang Pajak Daerah II BKD Kota Depok, Muhammad Reza menyebut, biasanya wajib pajak perharinya hanya 400 berkas di data yang masuk ke dalam laman resmi pbb-bphtb.depok.go.id. Namun seiring berjalannya waktu batas akhir pembayaran, naik menjadi 4.000 berkas.

“Hari ini (kemarin) saja sudah ada data update di online mencapai 4.023 berkas yang sudah membayar PBB dalam satu hari,” pungkas Reza. (rd)

 

Tentang PBB Kota Depok :

– Bakal jatuh tempo pada 31 Agustus 2019

– Ditarget Rp295 miliar

– Hingga 19 Agustus, baru terkumpul Rp 178.762.661.584 (66 persen)

– Sudah ada 319.024 warga masyarakat yang membayar PBB. Artinya

– BKD Kota Depok optimis pemasukan PBB sesuai target

– Tren masyarakat senang membayar PBB menjelang batas jatuh tempo

– Tidak sedikit juga yang baru bayar setelah lewat jatuh tempo, sekitar September-Desember.

– Guna mengantisipasi kepadatan di loket PBB yang berada di lingkungan Balaikota. BKD Kota Depok telah bermitra dengan bank-bank konvensional, mini market, dan juga kantor kecamatan.

– Wajib pajak perharinya hanya 400 berkas di data yang masuk ke dalam laman resmi pbb-bphtb.depok.go.id.

– Seiring berjalannya waktu batas akhir pembayaran, naik menjadi 4.000 berkas.

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya