DITANGKAP : Polresta Depok merilis beberapa pelajar yang tertangkap, lantaran melaksanakan aksi tawuran di kawasan Kecamatan Cipayung, hingga menyebabkan satu nyawa pelajar hilang. FOTO : SANI/RADAR DEPOK
DITANGKAP : Polresta Depok merilis beberapa pelajar yang tertangkap, lantaran melaksanakan aksi tawuran di kawasan Kecamatan Cipayung, hingga menyebabkan satu nyawa pelajar hilang. FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak tiga pelajar jenjang pendidikan SMA se-derajat ditangkap Unit Buser, Unit PPA, dan Reskrim Polsek Pancoranmas. Ketiga pelajar tersebut ditangkap karena menjadi tersangka berkaitan adanya peristiwa tawuran yang terjadi di Jalan Raya Cipayung Gg H. kuteng RT. 04/10. Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung.

Dimana, dari aksi tawuran yang terjadi pada Selasa (6/8) tersebut, salah seorang pelajar berinisia MI meninggal akibat bacokan oleh pihak para pelaku pada bagian punggung.

Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, kronologis kejadian tersebut berawal dari janjian untuk melakukan aksi tawuran pada Selasa (6/8). Janjian tersebut dilakukan melalui pesan singkat di media sosial Watsapp. Lalu pada saat kesepakatan terjadi, yakni dengan melakukan aksi tawuran pada pukul 18:30 WIB di Jalan Raya Cipayung terjadilah aksi tawuran.

“Korban bersama 11 temannya datang, setelah aksi tawuran MI tertinggal di belakang dan akhirnya terkena bacokan olah lawannya di bagian punggung, dan dibawa ke Rumah Sakit Citama Pabuaran,” katanya.

Atas insiden tersebut, ketiga pelaku yakni Capri alias Alfaris (18), MF, dan SF dikenakan Pasal 351 Ayat 3 KUHP, dengan masa hukuman paling lama tujuh tahun penjara. (san/rd)