SEDIKIT LAGI: Taman Makam Pahlawan Kalibata sekarang ini tersisa 924 makan yang bisa ditempati. FOTO : ISTIMEWA
SEDIKIT LAGI: Taman Makam Pahlawan Kalibata sekarang ini tersisa 924 makan yang bisa ditempati. FOTO : ISTIMEWA

 

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Jimly Asshiddiqie bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melaporkan ketersediaan kaveling di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata yang semakin menipis.

“Kami juga melaporkan kondisi profil taman makam pahlawan Kalibata. Sekarang jumlah yang sudah terisi di 10.015 makam, daya tampungnya 10.939 makam. Jadi yang tersisa 924 makam saja,” ucap Jimly di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/8).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menghadap Presiden Jokowi bersama Ketua Dewan Gelar yang juga Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Mereka membahas persiapan pemberian gelar kehormatan dan tanda jasa untuk tokoh, pengusaha maupun masyarakat yang berjasa pada negara.

Jimly menerangkan bahwa di TMPNU Kalibata, setiap tahunnya rata-rata ada 200 orang yang dimakamkan di sana. Bahkan menurut penghitungan sementara, dalam beberapa tahun ke depan semua kaveling makam yang ada akan terisi penuh.

“Menurut perhitungan kalau normal, tinggal tiga tahun lagi penuh. Nah, kalau ini meninggalnya bareng, wah habis ini. Jadi pemerintah harus mulai memikirkan mengenai alternatif untuk taman makam pahlawan,” tutur Jimly.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu itu juga menyebutkan, dari seluruh provinsi yang ada, hanya DKI Jakarta yang belum memiliki TMP yang dikelola pemerintah daerah. Sedangkan TMP Kalibata, meski berada di Ibu Kota, pengelolaannya langsung dari pusat.

“Jadi perlu mulai dipikirkan, pemerintah daerah provinsi perlu membuat taman makam pahlawan sendiri, seperti semua provinsi yang lain karena Kalibata ini kapasitasnya tinggal tiga tahun lagi,” tandas Jimly. (jwp/rd)