AKTIF : Kepanitian beserta Karang Taruna Baktijaya saat melangsungkan Rapat Kerja Pesta Rakyat Kemerdakaan di Warung Pintar, Kecamatan Sukmajaya, Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK
AKTIF : Kepanitian beserta Karang Taruna Baktijaya saat melangsungkan Rapat Kerja Pesta Rakyat Kemerdakaan di Warung Pintar, Kecamatan Sukmajaya, Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Warga Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, bahkan umumnya Kota Depok akan disapa dengan Pesta Rakyat yang digagas Karang Taruna (Katar) bersama dengan remaja di kelurahan tersebut.

Rencanannya, pesta rakyat tersebut akan di laksanakan di ruas Jalan Stadion Mahakam, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya.

Menganggapi hal positif ini, Lurah Baktijaya Pairin mengapresiasi sinergitas yang dilakukan sejumlah pemuda yang dilakukan wilayahnya, baik yang belum berpengalaman maupun berpengalaman.

“Ini terobosan baik, kalau pasar rakyat dibuat meriah di sepanjang jalan stadion. Tapi semua harus saling koordinasi demi kelancaran acara, masyarakatpun bisa menikmati. Unsur budaya, keagamaan, nasionalisme, dan kewirausahaan nanti akan disajikan,” ungkap Pairin kepada Radar Depok. Kamis (8/8)

Mari tunjukan kreatifitas kalian para pemuda untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik hiburan dan lain sebagainya. Dikatakan Pairin, kalau kegiatan ini baik dan warga merasakan dampak positifnya, sebaiknya untuk tetap dirawat dan dijalankan setiao tahunnya.

“Insyaallah, kita bisa bekolaborasi baik berikan hiburan bermanfaat untuk warga setiao HUT RI,” tambahnya.

Sementara,, Ketua Katar Baktijaya Negus Gibran enggan membeberkan sejumlah acara yang akan disajikan untuk menghibur seluruh warga yang datang, yang terpenting kepanitian menyelipkan sejumlah kegiatan edukatif.

“Acara nanti aja dateng  pas pelaksanaan, tapi yang pasti ada seni dan budaya, contoh kecilnya aja tari topeng,” beber Gibran sapaan akrabnya di kepengurusan Katar.

Ide tersebut, lanjut pria gimbal ini dari seluruh pengurus yang memang menginginkan kemerdekaan Tahun ini dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi warga yang kurang hiburan karena padatnya aktifitas kerja hingga keterbasan ekonomi.

“Kita ingin merdeka menjaga seni budaya, nasionalisme dituangkan dalam sebuah hiburan yang dinanti masyarakat. Satu tahun sekali sangat wajib kita rayakan semeriah mungkin,” imbuh warga Sonokembang, Baktijaya.

Namun, panitia beserta jajaran terkait lainnya memohon partisipasi serta pengertian warga selama persiapan hingga berlangsungnya acara apabila mengganggu aktifitas masyrakat lainnya termasuk pengendara. (arn)