FOTO : ISTIMEWA

 

FOTO : ISTIMEWA

 

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Penentuan kursi pimpinan DPRD Kota Depok mulai panas. Sejumlah nama beken siap duduk sebagai nahkoda parlemen. Ada empat orang perwakilan partai yang berhak duduk disana.

PKS yang meraih 12 kursi (hasil Pileg 2019), tentu berhak sebagai duduk sebagai ketua DPRD. Lalu Gerindra-PDI Perjuangan (10 kursi) akan duduk sebagai wakil ketua DPRD. Lalu Golkar (5 kursi) akan menambah satu slot tersisa sebagai wakil ketua DPRD.

Sampai saat ini, yang sudah resmi menentukan nama justru dari Golkar. Partai berlambang Pohon Beringin itu resmi menunjuk Tajudin Tabri sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok.

Pria yang akrab disapa HTJ ini mengaku siap mengemban amanah tersebut. Penetapannya sebagai wakil ketua dewan, dituangkan ke dalam surat DPP Partai Golkar yang ditandatangani Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus dan Ketua Korbid Kepartaian, Ibnu Munzir. Surat tersebut ditujukan kepada Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok.

“Mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekan pengurus DPD merupakan suatu kehormatan bagi saya. Tentunya, saya akan mengemban amanah tersebut dengan baik,” katanya kepada Radar Depok..

Ke depannya, dia berjanji akan mengeluarkan segenap kemampuan dan mengembangkan seluruh aspek untuk kepentingan warga Kota Depok. Selain itu, dirinya pun akan menjadi corong aspirasi bagi Golkar di parlemen, yang nantinya akan juga diperjuangkan demi kemaslahatan masyarakat.

“Saya pun akan merangkul seluruh rekan-rekan kader Golkar untuk meningkatkan soliditas,” ujarnya.

Beda Golkar, beda partai lainnya. Sebut saja PKS dan Gerindra. Kedua partai ini memilih (penentuan pimpinan dewan) menyerahkan urusan ini ke DPP masing-masing.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, pihaknya memang berbeda dengan partai lain dalam mengambil keputusan. “Kalau kami tentu sangat patuh akan keputusan pusat,” bebernya.

Pun demikian ihwal penentuan Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Partai Gerindra. Wakil Walikota Depok ini menjelaskan, pihaknya di DPC hanya dalam posisi merekomendasikan saja. Yang memutuskan pusat.

Ia mengaku, DPC Partai Gerindra merekomendasikan sekitar tiga nama. Sementara ini, nama-nama tersebut belum bisa diekspos. Salah satu ketentuan rekomendasi ialah perolehan suara.

“Tentu ada beberapa poin-poin rekomendasi. Sa;ah satunya raihan suara. Selebihnya ada poin lagi kok,” tandasnya.

Menarik penentuan calon dari PKS. Maklum saja, untuk kursi Ketua DPRD Kota Depok. Sementara ini, salah satu figur yang tengah santer bakal duduk menjadi ketua dewan adalah M. Supariyono. Saat ini, dia berposisi sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok.

Menjawab hal ini, dia mengatakan bila pada prinsipnya, sampai kemarin (26/8), dia belum menerima Surat Keputusan (SK), baik dari DPW (pengurus Jawa Barat) atau DPP (pengurus pusat). Sama seperti Gerindra, PKS juga menyerahkan urusan penentuan pimpinan dewan ke pusat.

“Belum dapat surat (SK),” ujarnya.

Sementara, untuk penentuan Ketua DPRD Kota Depok sementara, dia mendapat info bila akan dipegang olehnya. Suratnya sudah diserahkan ke Sekwan DPRD Kota Depok. “Tugasnya (Ketua DPRD Kota Depok Sementara) menyelesaikan Tata Tertib, sampai membentuk fraksi-fraksi,” beber wakil rakyat dari Sukmajaya ini.

Terakhir dari PDI Perjuangan. Ketua DPC PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo diprediksi kuat akan mengisi slot Wakil Ketua DPRD Kota Depok. Meski saat ini, dia menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Depok.

Ditanya soal peluangnya menjadi wakil ketua dewan, HTA (sapaannya) menjelaskan bila sebagai kader partai, dirinya harus siap bila ditugaskan dimanapun oleh DPP.

“Ketika diberi tugas untuk menjadi pimpinan DPRD Kota Depok sebagai Wakil Ketua, saya siap menjalankan amanah dan tanggungjawab tersebut,” pungkasnya. (rd)

 

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya