JELASKAN : Walikota Depok, Mohammad Idris Bersama DLHK Kota Depok mengadakan sosialisasi Proklim di kantor Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, Rabu (7/8). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
JELASKAN : Walikota Depok, Mohammad Idris Bersama DLHK Kota Depok mengadakan sosialisasi Proklim di kantor Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, Rabu (7/8). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok gencar mensosialisasikan Program Kampung Iklim (Proklim). Rabu (7/8), DLHK Kota Depok memberikan sosialisasi Proklim kepada warga RW14, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, di kantor kelurahan setempat.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, masyarakat Kota Depok, salah satunya di wilayah Kecamatan Bojongsari, dapat menyikapi perubahan iklim yang terjadi di Kota Depok. DLHK telah memetakan wilayah yang menjadi bagian Proklim.

“Salah satunya di RW14 Kelurahan Bojongsari,” ujar Idris kepada Radar Depok, Rabu (7/8).

Idris menjelaskan, sosialisasi Proklim harus dimengerti dan dapat dilaksanakan masyarakat. Untuk menguatan program tersebut, Idris meminta aparatur pemerintahahan tingkat kelurahan dan kecamatan, pengurus lingkungan, LPM, kader PKK, serta tokoh masyarakat dapat menjalankan dan membagian infromasi program tersebut kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Kabid Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Eti Yuniarti menuturkan, bencana diakibatkan kondisi iklim yang berubah dapat menimbulkan kerugian masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatiannya, guna melakukan gerakan perubahan secara nyata.

Program Proklim merupakan upaya mewujudkan lingkungan yang hijau dan asri, sehingga dibutuhkan upaya bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami telah memetakan 11 kecamatan untuk menyosialisasikan gerakan Proklim,” terang Eti.

Eti menuturkan, dari 11 kecamatan DLHK Kota Depok telah mengusulkan 10 wilayah, salah satunya RW14 Kelurahan Bojongsari ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2020. Nantinya, DLHK Kota Depok akan melakukan pendampingan untuk penguatan sejumlah unsur dalam Kampung Proklim.

“Pemilahan sampah, sumur resapan, bank sampah, sumur biopori dan sejumlah lainnya harus ada pada Kampung Proklim,” tutup Eti. (dic)