BELUM SELESAI : Seorang anak berada di dekat reruntuhan rumah yang diduga akan digunakan untuk perluasan lahan TPA Cipayung di kawasan Kelurahan Pair Putih, Kecamatan Sawangan, Rabu (7/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BELUM SELESAI : Seorang anak berada di dekat reruntuhan rumah yang diduga akan digunakan untuk perluasan lahan TPA Cipayung di kawasan Kelurahan Pair Putih, Kecamatan Sawangan, Rabu (7/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga RT3/2, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Rosinah harus lebih bersabar. Meski tanahnya sudah tergerus longsor. Namun, Rosinah belum bisa pindah dari rumahnya lantaran pembebasan lahan yang sudah dianggarkan sejak tahun 2016 belum juga dibayarkan.

Rosinah mengaku, bangunan rumah dan tanahnya terkena dampak pembebasan lahan perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Belum juga mendapatkan ganti rugi, pembebasan lahan.

Sementara, enam rumah yang berada di sebelah rumahnya sudah dibayar, bahkan sudah pindah dari RT3/2, Pasirputih, Sawangan. “Rumah saya sudah pernah diukur, tapi sampai sekarang belum dibayar,” kata Rosinah kepada Radar Depok, Rabu (7/8).

Sementara itu, seperti diketahui pemerintah Kota Depok, telah menganggarkan pengadaan tanah untuk perluasan TPA di Kelurahan Pasir Putih, sebesar Rp32 miliar. Namun, belum semua teralisasi.

Lurah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Ahmad Rifai mengatakan, dari lahan sekitar delapan hektar yang akan dibebaskan. Menurutnya baru dibebaskan enam hektar, dan masih ada dua hektar lagi yang belum dibebaskan. “Tinggal dua hektar lagi yang belum dibebaskan,” kata Ahmad Rifai.

Namun, pembebasan yang dilakukan bukan untuk perluasan lahan TPA, tapi untuk dibuat buffer zone. “Setahu saya bukan untuk perluasan lahan TPA, tapi akan dibuat buffer zone, atau sebagai zona kawasan hijau,” bebernya.

Menimpali hal ini, Kabid Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar mengatakan, tidak mengetahui pembebasan lahan yang dilakukan di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan. “Kami tidak tahu, kalau masalah pembebasan lahan silahkan tanyakan ke BPN,” jelas Iyay.

Pihaknya masih mengusahakan agar Kota Depok dapat membuang sampah ke TPPA Nambo. “Kami tinggal tunggu persetujuan dari Kabupaten Bogor,” pungkas Iyay. (rub)