GOTONGROYONG : Warga RW 16 Kelurahan Tapos sedang membersihkan batang pohon pinang untuk digunakan dalam lomba panjat pinang untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
GOTONGROYONG : Warga RW 16 Kelurahan Tapos sedang membersihkan batang pohon pinang untuk digunakan dalam lomba panjat pinang untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Warga RW 16, Kelurahan Tapos memang sudah terkenal akan keguyuban dan kekompakkannya. Hal itu terbukti lewat berbagai kegiatan lingkungan yang selalu mereka lakukan bersama sama.

Salah satu momen kekompakan yang terekam kamera Radar Depok adalah saat mereka melakukan persiapan lomba panjat pinang dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia (RI).

Ketua RW16, Kelurahan Tapos, Rohim mengatakan dalam membuat perlombaan, para warga melakukannya secara swadaya atau gotongroyong. Dia mencontohkan lomba panjat pinang.

Menurutnya para warga akan bergotongroyong mulai dari pengambilan batang pohon pinang hingga membersihkan pohon pinang.

“Kita lagi bersihin batang pohon pinang yang akan kita pakai untuk lomba panjat pinangn nanti,” bebernya.

Ia mengungkapkan, lomba panjat pinang merupakan lomba favorit warga di sana. Sebab lewat lomba panjat pinang kekompakan warga akan diuji agar mencapai tujuannya yaitu merebut seluruh hadiah yang ada di atasya.

“Lomba panjat pinang selalu membawa keceriaan tersendiri bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, panjat pinang bukan hanya lomba biasa, tapi memiliki filosopi yang mendalam di dalamnya sehingga bukan hanya menyenangkan warga akan tetapi memberikan makna yang mendalam bagi warga dalam memaknai arti kemerdekaan.

“Filosopi panjat pinang adalah seberat apapun pekerjaan jika dikerjakan seara bersama akan terasa ringan dan hasilnya bisa dinikmati secara bersama-sama,” tuturnya.

Rohim berharap agar filosopi panjat pinang itu juga dapat diterapkan dalam program Pemerintah Kota Depok baik dalam pembangunan fisik, kemasyarakatan, keagamaan, hingga sosial dan kepemudaan untuk kemajuan Kota Depok.

“Jika program dijalankan secara gotongroyong pasti hasilnya pun akan lebih baik lagi,” tutupnya. (dra)