Kementerian Pariwisata bersama Komisi X DPR RI menggelar bimbingan teknis pengembangan pariwisata minat khusus, di Hotel Santika, Jumat (9/8). FOTO : SANI/RADAR DEPOK
PEMBAHASAN : Kementerian Pariwisata bersama Komisi X DPR RI menggelar bimbingan teknis pengembangan pariwisata minat khusus, di Hotel Santika, Jumat (9/8). FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Kota Depok kini mulai unjuk gigi dalam sektor pariwisata. Supaya semakin dikenal wisatawan, perlu dukungan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dewan untuk mewujudkannya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji mengatakan, perlu adanya pemahaman bersama dari stakeholder untuk membangkitkan pariwisata di Kota Depok.

Karena, sambung dia, sektor pariwisata dinilai cukup menjanjikan untuk menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang hingga kini dinilai masih jauh dari target.

“Industri pariwisata di Depok banyak yang berpotensi untuk maju, apabila sudah berjalan dan serius pasti PAD kita akan meningkat pesat,” kata Nuroji kepada Radar Depok usai bimbingan teknis pengembangan pariwisata minat khusus, di Hotel Santika, Jumat (9/8).

Selain berpotensi meningkatkan PAD, sektor pariwisata di Kota Depok juga berdampak positif untuk pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) serta siswa lulusan SMK Pariwisata. Mereka dapat mempromosikan usahanya sekaligus menekan angka pengangguran.

“Perlu peran Walikota untuk menggaet investor besar agar investasi di Depok. Karena apabila hanya mengandalkan pelaku UMKM tidak akan bisa berkembang,” ujar Nuroji.

Dia turut mengapresiasi Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok yang telah berani menampilkan budaya Depok dalam Apeksi 2019 di Semarang beberapa waktu lalu.

Bahkan, dia mengusulkan supaya bidang pariwisata dan kebudayaan terpisah dengan bidang pemuda dan olahraga. “Sudah ada dukungan dan gebrakan dari Pemkot Depok untuk memajukan wisata yang berpotensi, tinggal benahi lokasi dan dorongan dari DPRD Depok. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sesuai harapan,” terang Nuroji.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Pariwisata Disporyata Kota Depok, Eneng Sugiarti menyebut, ada tiga tempat wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Meliputi sungai/situ, d’kandang, dan Masjid Kubah Emas. Lokasi itu masuk dalam peringkat 3 besar dari tempat rekreasi lainnya di Kota Depok.

“Wisatawan yang masuk ke Depok sebanyak 2,7 juta jiwa, lebih banyak 200 ribu dari target yang kami tetapkan yakni 2,5 juta,” ungkap Eneng.

Dia menerangkan, setelah situ, d’kandang, dan masjid kubah emas. Jalan Raya Margonda yang dipenuhi pusat perbelanjaan dan kuliner juga masuk dalam potensi pariwisata di Kota Depok. Karena Depok terkenal sebagai kota yang seksi, selain wisatawan nusantara juga banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Pariwisata minat khusus di Kota Depok masih berada di sektor Situ dan Sungai, ini yang akan terus kami dorong untuk normalisasi dan revitalisasi supaya wisatawan semakin banyak datang ke Depok,” beber Eneng.

Di lain pihak, nyatanya sektor pariwisata Depok bakal mendapat intervensi APBD Jawa Barat (Jabar) hingga puluhan miliar.

“Depok, selain UI, juga ada plot wisata religi Masjid Kubah Emas dan sekarang Pemprov akan membangun tempat wisata di Situ Rawa Kalong,” tutur Anggota DPRD Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad.

Politikus PAN ini mengungkapkan, hal tersebut termaktub dalam pembahasan Raperda perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029.

“Ya itu sudah masuk dalam pembahasan Raperda RTRW Jabar,” ucapnya.

Untuk itu, Bang Has-sapaannya-berharap, Pemkot Depok melalui instansi terkait, dapat melakukan tindaklanjut pada rencana penataan untuk destinasi wisata di sekitar Situ Rawa Kalong yang terdapat di Kelurahan Curug, Cimanggis.

“Bisa memberikan pelatihan keterampilan, seperti membuat cenderamata dan pelatihan lain, dimana nantinya dapat bermanfaat ketika revitalisasi Situ Rawa Kalong sudah rampung dan banyak dikunjungi wisatawan,” papar Bang Has.

Selain keterampilan, sambung Bang Has, juga perlu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pariwisata untuk meningkatkan perekonomian suatu wilayah. Terlebih, Kota Depok tidak memiliki sumber daya alam yang dapat dikelola sebagai income pendapatan asli daerah (PAD).

“Paling tidak, dari yang kecil dulu, seperti menjaga kebersihan lingkungannya, minimal tidak membuang sampah sembarangan saja di sana,” ucap Bang Has. (san/cky)

 

Seputar Pariwisata Depok

Dinilai memiliki potensi berkembang

– Perlu dukungan seluruh stakeholder

– Punya peran menambah PAD dan pengembangan UMKM

– Ada tiga tempat wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan :

  1. Sungai/situ
  2. D’Kandang
  3. Masjid Kubah Emas

Jalan Raya Margonda yang dipenuhi pusat perbelanjaan dan kuliner juga masuk dalam potensi pariwisata

– Wisatawan yang masuk ke Depok sebanyak 2,7 juta jiwa

– Lebih banyak 200 ribu dari target yang ditetapkan yakni 2,5 juta

– Mau dapat intervensi anggaran dari APBD Jawa Barat

– Tertuang dalam Raperda perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029

– Pemkot Depok diminta menindaklanjuti rencana penataan untuk destinasi wisata di sekitar Situ Rawa Kalong

– Caranya, bisa memberikan pelatihan keterampilan, seperti membuat cenderamata dan pelatihan lain