FOTO BERSAMA : Camat Tapos (depan tengah) berfoto bersama seluruh lurah di Kecamatan Tapos dan kepala seksi di Kecamatan Tapos. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
FOTO BERSAMA : Camat Tapos (depan tengah) berfoto bersama seluruh lurah di Kecamatan Tapos dan kepala seksi di Kecamatan Tapos. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Kecamatan Tapos berencana untuk mewujudkan Open Defecation Free (ODF) atau wilayah terjambanisasi  pada tahun 2021. Dengan terwujudnya ODF, nantinya tidak ada lagi warga Kecamatan Tapos yang buang air sembarangan di sungai.

Camat Tapos, Dadi Rusmiadi mengatakan, Kecamatan Taps akan mendapatkan bantuan berupa Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan Septictank.

“Untuk jumlah dan teknis kita terima dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) tahun 2019 ini,” kata Dadi, sapaanya.

Ia menjelaskan, nantinya yang mendapat bantuan IPAL dan Septictank antara lain Kelurahan Cilangkap, Kelurahan Sukamaju Baru dan Kelurahan Jatijajar.

“Sanitasi di wilayah itu memang masih kurang layak,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pelaksanaan Jambanisasi tersebut diperkirakan akan tuntas pada tahun 2019 ini mengingat di RPJMD tahun 2021, Kecamatan Tapos sudah harus terbebas dari ancaman kesehatan khusunya dalam hal sanitasi.

“Kami sedang berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan, Disrumkim dan lainnya, serta akan dianggarkan percepatan penuntasan lingkungan yang kumuh tersebut dalam hal sanitasi dengan target 2021 sudah dapat dituntas, ” jelasnya.

Dengan bekerja sama dari beberapa unsur baik pihak Kel, RT,RW, PKK, Kader kesehatan serta warga. Kec Tapos siap mendeklarasikan bebas dari Open Defecation Free (ODF). Dia berharap, dengan sinergi antara pemangku wilayah dan stakeholder yang ada di Kecamatan Tapos dapat mempercepat proses perbaikan sanitasi di sana.

“Selain pembangunan fisik berupa IPAL dan Septictank, peran ketua lingkungan juga penting dalam menyosialisasikan mengenai dampak buang air sembarangan,” pungkasnya. (dra)