JOROK: Masih banyak warga di Kota Depok yang mencuci jeroan hewan kurban di kali atau sungai. FOTO : ISTIMEWA
JOROK: Masih banyak warga di Kota Depok yang mencuci jeroan hewan kurban di kali atau sungai. FOTO : AHMAD FACHRY

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Adanya imbauan dari Pemerintah untuk tidak mencuci jeroan hewan di kali, ternyata masih diabaikan oleh beberapa masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Iyat (37) warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Dirinya mengaku kerap membersihkan kotoran hewan kurban di Kali Tanah Baru. Jadi, setiap tahunnya di momen Hari Raya Idul Adha di pemotongan hewan kurbannya, jeroannya dibersihkan di kali.

“Memang sudah setiap tahunnya saat pemotongan hewan kurban, dan mencuci jeroannya dilakukan di kali,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (12/8).

Menurutnya, jika harus di pendam di dalam tanah, tidak ada tempat yang memadai di wilayahnya. Apalagi, bau yang dihasilkan sehingga mereka tetap memilih mencuci jeroan di kali. Dia juga mengaku, belum mengetahui pasti surat edaran walikota yang melarang mencuci jeroan di kali.

“Kalau di buang begitu saja, atau dipendam, khawatir masih menyisakan bau,” ujar Iyat.

Sebelumnya, PDAM Tirta Asasta, Kota Depok juga telah mengimbau, warga agar tidak mengotori kali atau sungai dengan mencuci jeroan atau bagian dalam hewan kurban.

Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Dyah Pitaloka mengatakan, kotoran dari hewan kurban yang dibuang di Kali dapat mempengaruhi kualitas air. Bahkan, membuat air menjadi berbau.

Imas menjelaskan, membuang sisa kotoran kurban di kali juga menyalahi aturan. Pemerintah Kota Depok juga telah mengaturnya pada Pasal 10 Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012. “Kalau membuang sampah di kali bisa diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya tiga bulan, atau denda setinggi-tingginya Rp 25 juta,” jelasnya. (rd)

 

Reporter : Fahmi Akbar, Nur Aprida Sani, Rubiakto

Editor : Pebri Mulya