MELAKUKAN PENDINGINAN : Petugas pemadam kebakaran Kota Depok saat melakukan pendinginan terhadap bangunan yang terbakar di kawasan Jalan H.Asnawi, Kelurahan/Kecamatan Beji. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MELAKUKAN PENDINGINAN : Petugas pemadam kebakaran Kota Depok saat melakukan pendinginan terhadap bangunan yang terbakar di kawasan Jalan H.Asnawi, Kelurahan/Kecamatan Beji. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mencatat ada 68 peristiwa kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2019. Adapun yang menjadi penyebabnya karena korsleting listrik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan, kasus tertinggi menimpa tempat tinggal. Dengan menghanguskan sebanyak 23 rumah.

“Berdasarkan data Dinas Damkar dan Penyelamatan ada 68 kebakaran hingga Juli 2019. Dengan penyebab kebarakannya karena arus pendek atau korsleting listrik,” kata Gandara kepada Radar Depok.

Peristiwa kebakaran paling banyak terjadi pada Juli yakni 26 kejadian. Di antaranya tujuh rumah, lima kios usaha, dan 14 lokasi lainnya berhasil menjadi amukan si jago merah. Lalu sebanyak 15 kebakaran terjadi di Juni.

“Selain arus pendek, biasanya kebakaran juga disebabkan karena tabung gas,” jelasnya.

Selama tujuh bulan ini, Gandara melanjutkan, bahwa si jago merah telah memakan 13 korban. Dari data yang dihimpun, kerugian terberat ada pada Februari 2019 yakni sekira Rp15 juta.

Gandara menyebut, pada tahun ini ada penurunan jumlah peristiwa kebakaran di Kota Depok. Walaupun ada penurunan, dirinya meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat di dalam ruangan. Baik itu rumah atau kios.

“Terlebih saat ingin berpergian harus mewaspadai kompor gas dan aliran listrik, di cek betul-betul apakah sudah baik semuanya,” pungkas Gandara. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya