DIKELUHKAN : Kafe yang meresahkan warga di Jalan Patoembak RW 5, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. FOTO : ARNET/RADARDEPOK
DIKELUHKAN : Kafe yang meresahkan warga di Jalan Patoembak RW 5, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS – Warga mengeluhkan keberadaan kafe yang terdapat di Jalan Patoembak RW5, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. Pasalnya, kafe tersebut menimbulkan kebisingan meski sudah larut malam.

Anehnya, meski keluhan warga sudah dilayangkan ke instansi keamanan. Namun, tidak pernah menemui titik terang. Bahkan, aktivitas di kafe tersebut tetap berlangsung seperti sebelumnya.

Laporan warga yang datang bertubi-tubi juga diakui mantan Bhabinkamtibmas Harjamukti Iptu (purn) Suhura. Ia tak menampik bahwa sudah banyak warga melapor soal kebisingan musik dari kafe tersebut. Namun, Suhura tak dapat berbuat banyak. Sebab, dirinya sudah purna bakti sejak awal 2019.

“Banyak bang laporan yang masuk, memang sudah lama dikeluhkan warga, karena waktu operasi dan menimbulkan suara berisik,” kata Suhura saat dikonfirmasi Radar Depok.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya membeberkan kepada Radar Depok. Kata dia, yang paling terparah saat bulan Ramadan jam operasional kafe tersebut hingga subuh dan sangat menggangu kegiatan sahur saat itu.

“Yang paling buat saya jengkel, masa Ramadan masih beroperasi dengan suara yang tetap sama, bisa sampe jam 3 subuh. Kalau begitu, seluruh izinnya menjadi tanda tanya,” bebernya.

Ia menuding, kafe tersebut pun tidak memegang surat izin gangguan (HO) dari para warga, dimana dalam surat itu warga menyatakan tidak keberatan dengan keberadaan kafe dan gangguan atas aktivitas yang dilakukan.

“Itu sudah jelas, satu izin tak mereka kantongi. Jadi mungkin juga mereka tak berizinkan, soalnya kalau berizin pasti mengikuti aturan yang ada dengan pengawasan dari Pemerintah Kota. Saya yakin betul pemerintah nggak berikan izin operasional sampe subuh saat Ramadan,” ucapnya. (arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya