DILATIH : Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida sedang mendukung warga Kota Depok yang belajar mengolah buah belimbing menjadi dodol. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

DILATIH : Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida sedang mendukung warga Kota Depok yang belajar mengolah buah belimbing menjadi dodol. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Sebanyak 38 warga di Kecamatan Tapos mendapat pelatihan olahan buah dari Balai Besar Litbang Pasca Panen Kementerian Pertanian. Pelatihan tersebut diberikan agar para warga bisa menambah penghasilannya lewat keahlian mengolah buah.

Kasie Ekbang Kecamatan Tapos, Supardi mengatakan, para peserta pelatihan merupakan warga yang ditunjung dari lima kelurahan di Kecamatan Tapos, diantaranya Kelurahan Cialangkap, Kelurahan Leuwinanggung, Kelurahan Tapos, Kelurahana Sukamaju Baru, dan Kelurahan Cimpaeun.

“Setiap kelurahan mengirimkan paling sedikit lima peserta pelatihan,” kata Supardi kepara Radar Depok.

Ia  menjelaskan, pelatihan yang diberikan berupa cara membuat dodol, selai, dan jus, serta sari buah yang dibuat dari aneka buah, seperti belimbing, jambu biji, alpukat, durian dan lain sebagainya.

“Setelah diolah, rasa buah tersebut akan lebih menarik dan lebih enak rasanya karena,” ujarnya.

Selain memberi pelatihan olahan, para warga juga diajarkan terkait menyelesaikan masalah dalam memasarkan prodak yang mereka buat sehingga bisa terpasarkan dengan baik nantinya.

“Narasumber pelatihan ini juga memberikan motivasi agar para peserta pelatihan tetap semangat dalam memasarkan produknya,” tuturnya.

Setelah diadakannya pelatihan ini, Supardi berharap para peserta yang sudah mendapat pelatihan dapat mengaplikasikan hasilnya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, dapat tumbuh menjadi pengusaha baru.

Selain itu, dia juga berharap kedepanya akan diadakan pelatihan serupa di wilayahnya agar warga yang belum mendapatkan pelatihan bisa dilatih dan memiliki kemampuan yang sama.

“Karena pelatihan ini sangat berguna untuk peningkatan ketahan keluarga di Kecamatan Tapos,” pungkasnya. (dra)