Pengamat Keselamatan Berkendara, Ade Mohammad Arbie.
Pengamat Keselamatan Berkendara, Ade Mohammad Arbie.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengamat Keselamatan Berkendara, Ade Mohammad Arbie memberikan sejumlah tips keamanan saat berkendara, khususnya sebelum melaju di jalan tol.

Arbie menilai, pengemudi harus mengetahui kondisi kelaikan kendaraan yang akan dibawa. Terdapat empat hal yang harus dicek sebelum berkendara di jalan tol, di antaranya air, karet, listrik, dan minyak.

“Cek air radiator kendaraan, penbelt, ban dan kelistrikan mobil sebelum berkendara di jalan tol,” kata Arbie kapada Radar Depok.

Arbie melanjutkan, kelaikan ban juga harus benar–benar diperhatikan sebelum berkendara, sebab tidak jarang banyak kecelakaan terjadi lantaran ban yang sudah tidak laik digunakan. Misalnya, ban mengalami keretakan, atau ban kehausan.

“Kembang ban tidak boleh sejajar dengan tread wear indicator (TWI) yang ada pada ban. Jika sudah hampir sejajar, maka ban itu sudah harus diganti,” ucapnya.

Selain masalah tingkat kehausan ban, kondisi tekanan angin pada ban juga memengaruhi keselematan saat berkendara. Menurutnya, ban dengan keadaan kurang angin lebih berbahaya dibanding ban dengan tekanan angin berlebih. Sebab, ban dengan tekanan angin yang kurang lebih sering meledak saat dipakai berkendara.

“Ketika ban sedang dalam kondisi kurang angin, itu bisa mengakibatkan timbulnya ruangan kosong pada ban, sehingga hawa panas bisa masuk ke dalam ruang kosong ban dan terjadilah ledakan,” bebernya.

Mengenai sabuk pengaman, Arbie menuturkan, kendaraan yang laik digunakan adalah kendaraan dengan sabuk pengaman yang tersedia pada tiga titik kendaraan, mulai dari depan, tengah, hingga bangku belakang. Hal itu untuk menjamin seluruh penumpang yang ada di mobil dapat perlindungan dari sabuk pengaman.

“Mobil keluaran baru biasanya sudah dilengkapi sabuk pengaman di tiga titik,” tuturnya.

Kegunaan sabuk pengaman adalah untuk melindungi penumpang dari hempasan kendaraan saat terjadi kecelakaan sehingga penumpang tetap berada di posisinya jika kecelakaan terjadi. Maka dari itu, seluruh penumpang di mobil wajib menggunakan sabuk pengaman.

“Kalau ada tujuh orang dalam satu mobil dan salah satunya tidak pakai sabuk pengaman, ketika terjadi kecelakaan penumpang yang tidak pakai sabuk keselamatan itu akan terlempar dari kursinya seperti bola pimpong, bisa melukai diri sendiri serta penumpang lain. Parahnya lagi, penumpang itu bisa terpental ke luar mobil,” jelas pria yang juga seorang defensive driver ini.

Maka dari itu, dia mengimbau setiap orang untuk menggunakan sabuk keselamatan saat berkendara, jika tidak tersedia sabuk pengaman yang memadai dalam kendaraan yang akan dinaiki, dia menyarankan lebih baik tidak usah naik mobil tersebut.

“Bagi pengemudi saran saya harus istirahat yang cukup sebelum mengemudi, berkendara itu maksimum delapan jam sehari, dan atau empat jam terus menerus. Jangan minum minuman keras selama mengemudi dan selalu patuhi rambu–rambu lalulintas,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya