50 SMK Pelajari Progran Ausbildung

In Pendidikan
SOSIALISASI : Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin sedang menjelaskan tentang Program Ausbildung kepada 50 Ketua BKK dan Hubinmas SMK di Kota Depok, Jumat (20/9). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Sebanyak 50 ketua BKK dan Hubinmas dari SMK se-Kota Depok berkumpul di SMKN 2 Depok, Jumat (20/9). Mereka mengikuti kegiatan sosialisasi Program Ausbildung yang sudah diterapkan SMKN yang berlokasi di Jalan Abdul Wahab, Kecamatan Sawangan tersebut sejak 2018.

Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin mengatakan, Program Ausbildung adalah program yang memberikan kesempatan kepada lulusan SMA dan SMK, untuk bisa merasakan dunia kerja dan berkuliah di Jerman. Sampai sekarang ini, sejak diberlakukan setahun di SMKN 2 Depok, sudah ada delapan orang yang berangkat ke Jerman. Diantaranya lima lulusan dari SMKN 2 Depok, dan tiga lagi berasal dari lulusan SMK lainnya.

“Kami ingin mengajak SMK-SMK di Kota Depok untuk bisa merasakan manfaat dari digelarnya Program Ausbildung untuk lulusan sekolahnya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Tatang menjelaskan, di era globalisasi sekarang, ini semakin terbuka untuk memperluas jaringan. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi SMK juga bisa mulai melebarkan sayapnya ke dunia internasional. Ini juga untuk menambah potensi lulusan dari SMK dan SMA bisa melanjutkan pendidikan dan bekerja, dan bisa menepis anggapan kalau SMK dan SMA banyak melahirkan pengangguran.

Tatang menjelaskan, untuk mereka yang ingin ikut dalam Program Ausbildung ada beberapa persyaratannya, yakni usia antara 18 – 30 tahun. Jika mereka lolos dalam penyeleksian, maka mengikuti pelatihan bahasa yang akan dijalani selama 5 – 6 bulan.

“Dengan era globalisasi, tentunya semakin luas persaingannya. Sekolah pun harus bisa menyesuaikan dengan perubahan yang sangat cepat tersebut, bisa menyesuaikan ketrampilan dan materi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja,” terangnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMK Kota Depok, Syafrudin menuturkan, Program Ausbildung tentunya sangat baik, karena bisa menjadi alternatif siswa yang lulus untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja ataupun sebaliknya. Jadi, lulusan dari SMK semakin minim untuk menjadi pengangguran.

“Semoga banyak yang berminat, dan semakin memperluas jaringan. Terutama untuk SMK yang membutuhkan jaringan dunia kerja,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya

You may also read!

intan peduli wartawan

Intan Fauzi Peduli Wartawan

BANTUAN : Perwakilan Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Intan Fauzi menyerahkan bantuan

Read More...
ridwan kamil sebagian

Ridwan Kamil: Sisihkan Gaji/Tunjangan ASN untuk COVID-19

  RADARDEPOK.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan penyisihan gaji atau tunjangan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di

Read More...
gedung sate di bandung

Desa di Jabar Bergerak Cegah Penyebaran COVID-19

  RADARDEPOK.COM, BANDUNG - Beragam upaya dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan aparatur desa

Read More...

Mobile Sliding Menu