ILMU : Direktur RSUD Depok, Asloe'ah Madjri (tengah) bersama narasumber dan puluhan  Profesional Pemberi Asuhan (PPA) mengikuti seminar Early Warning System (EWS), di RSUD Depok, Selasa (17/9). FOTO : SANI/RADAR DEPOK
ILMU : Direktur RSUD Depok, Asloe’ah Madjri (tengah) bersama narasumber dan puluhan  Profesional Pemberi Asuhan (PPA) mengikuti seminar Early Warning System (EWS), di RSUD Depok, Selasa (17/9). FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 80 tenaga medis khususnya petugas Profesional Pemberi Asuhan (PPA) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok. Kemarin, mengikuti seminar Early Warning System (EWS). Mereka belajar tata cara penerapan skors (nilai) saat terjadi kegawatdaruratan pada pasien.

Direktur RSUD Depok, Asloe’ah Madjri mengatakan, EWS merupakan sebuah sistem yang dapat mendeteksi sejak dini pasien yang mengalami kondisi buruk secara tiba-tiba. Dalam seminar ini, peserta diberi ilmu untuk dapat menilai segala kondisi pasien di unit pelayanan.

Pemberian skor atau nilai sebagai langkah awal yang dilakukan tenaga medis sebelum pasien mengalami kegawatdaruratan. Unit pelayanannya meliputi Unit Gawat Darurat (UGD), rawat inap, maupun medikal bedah.

“Penerapan EWS jika diterapkan tidak tepat dapat menyebabkan memperpanjang waktu tunggu perawatan di UGD. Apabila pemilahan pasien di UGD tidak tepat maka penanganannya juga berdampak tidak tepat,” kata Luluk-sapaan-Asloe’ah kepada Radar Depok.

Sistem yang berfungsi mendeteksi kondisi pasien ini sudah diterapkan RSUD Depok. Cara mendeteksi pasiennya melalui warna, misal hijau untuk kondisi pasien baik. Kuning untuk pasien yang mulai naik tingkat ke gawat, dan warna merah ditujukan untuk pasien yang sudah masuk dalam gawatdarurat.

“Diharapkan dari pelatihan ini semua PPA akan memberi tata laksana yang lebih dini tentang kondisi yang mengancam jiwa, dan dapat tertangani lebih cepat, bahkan bisa dapat dihindari,” ucap Luluk.

Seminar yang diadakan di Gedung BD RSUD Depok ini dipaparkan oleh Kepala Seksi Asuhan Keperawatan RSUD Depok, Sri Suyatmi. Dia menyebut, kalau terjadi kegawatdaruratan pasien, PPA bisa langsung panggil tim medis secara cepat, untuk menghindari kondisi semakin buruk.

“Penilaian tepat sangat dibutuhkan, karena kalau penilaian awal tidak tepat bisa menyebabkan paisen semakin berat, atau bahkan bisa kematian,” pungkas Sri. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya