Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati.

 

JAKARTA – Ada rencana menikah dalam waktu dekat? Kini DPR dan Pemerintah untuk sementara sepakat usia pernikahan terendah adalah 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Hal itu telah diputuskan dalam rapat pengambilan keputusan tingkat I Panitia Kerja (Panja) DPR RI Revisi Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan bersama pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA).

“Sudah ada kesepakatan dengan pemerintah jadi [usia] 19 [tahun],” kata Anggota Panja Revisi UU Perkawinan DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Sara.

Keputusan tersebut, berbeda dari keputusan dari rapat pada tanggal 3 September 2019. Dimana, kala itu Panja RUU Perkawinan telah menyepakati 18 tahun merupakan batas minimal usia pernikahan bagi perempuan dan laki-laki.

Sara menjelaskan. adanya perubahan kesepakatan itu lantran adanya lobi-lobi dari Kementerian PPA terhadap Panja DPR. Sebab, kata dia, Kementerian PPA tetap berkukuh batas usia pernikahan bagi perempuan tetap 19 tahun sesuai usulannya kepada DPR.

“Tapi ini kan pertemuan antara Panja pemerintah dengan DPR. Nah panja pemerintah mengajukan 19. Dan setelah di lobi-lobi sepakat,” kata dia.

Walau begitu, Sara menyatakan tidak semua fraksi sepakat dengan usulan batas minimal pernikahan usia 19 tahun itu. PKS dan PPP lah yang tidak sepakat dengan keputusan tersebut.

Meski ada perbedaan pandangan tersebut,  Sara mengaku optimistis revisi terbatas pada UU Pernikahan itu ditargetkan tuntas pada rapat paripurna yang akan digelar di akhir September atau saat masa jabatan anggota DPR periode 2014-2019 berakhir.

“Saya enggak tahu apakah nanti posisi dari PPP dan PKS akan berubah atau tidak (saat di rapat paripurna),” kata dia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya