SELEKSI : Komisioner Bawaslu Depok sedang mewawancara peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok, Selasa (18/9). FOTO : RICKY/RADARDEPOK
SELEKSI : Komisioner Bawaslu Depok sedang mewawancara peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok, Selasa (18/9). FOTO : RICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok melakukan tes wawancara pada 10 peserta yang dinyatakan lolos administrasi, dalam program Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif, di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok, Selasa (18/9).

Nantinya, dari hasil wawancara tersebut, dipilih tiga peserta yang akan mewakili Kota Depok untuk mengikuti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dari Bawaslu Jawa Barat selama satu minggu. Dari 23-29 September 2019.

Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana mengatakan, dari 10 peserta yang mendaftar, seluruhnya dinyatakan lolos seleksi administrasi.

“Hari ini (Selasa 18/9), kami melakukan tahapan wawancara, totalnya 10 peserta,” kata Dede kepada Radar Depok.

Ia mengurai, materi wawancara ialah aspek pengetahuan mengenai kepemiluan, komunikasi, pengorganisasi dan komitmen. empat aspek ini akan menjadi penilaian Bawaslu dalam seleksi ini. Menurutnya, kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan cukup baik.

“Dari paper yang mereka buat, kami juga meminta penjelasannya bagaimana, secara umum mereka menguasai. Nantinya, tiga peserta yang lolos akan diputuskan melalui pleno di tingkat komisioner,” katanya.

Para peserta yang dinyatakan lulus hari ini akan mengikuti program itu selama tujuh hari.  berharap, peserta mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman selama pelatihan program. Dengan demikian dapat berkontribusi pada pesta demokrasi di masa mendatang.

“Segala pembiayaan kegiatan Sekolah kader Pengawasan dibebankan pada DIPA Bawaslu Jawa Barat tahun 2019,” paparnya.

Untuk itu, Dede berharap, selama 7 hari kader harus benar-benar bisa mengikuti proses pembelajaran sehingga setelah mengikuti pendidikan sekolah kader pemilu, kader terpilih bisa mensosialisasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat tentunya dengan materi yang benar.

“Sesuai spirit pengawasan partisipatif, yaitu keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi Pemilu. Tentunya yang diharapkan lolos adalah bukan anak muda kaleng-kaleng, dalam artian, mereka adalah sosok anak muda Kota Depok yang tak hanya cerdas. Namun, bisa mengajak komunitasnya untuk berperan aktif,” pungkasnya. Dede.

Sementara, Kordiv Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Depok, Andriansyah menambahkan, mekanisme perekrutannya sendiri di awali dengan Bawaslu Kabupaten/Kota mengumumkan secara terbuka proses rekrutmen Calon Kader melalui Website, Media Sosial dan Jejaring BawasluKabupaten/kota.

Kemudian, lanjut Andriansyah, Bawaslu Kabupaten/Kota  melakukan seleksi calon peserta, meliputi administrasi dan wawancara.

“Calon peserta yang lolos syarat Administrasi selanjutnya mengikuti seleksi wawancara,” imbuh Andriansyah.

Pengumuman hasil seleksi diumumkan secara terbuka melalui Website, Media Sosial dan Jejaring BawasluKabupaten/kota. Dan, sambung Andriansyah, pengumumunan hasil seleksi disampaikan ke Bawaslu Jabar paling lambat satu hari setelah tes wawancara.

“Yang wawancara itu dua komisioner Bawaslu di kabupaten/kota. Semoga terpilih peserta terbaik yang nantinya dapat menularkan ilmu yang didapat dari sekolah kader untuk Kota Depok,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya