RUSAK : Ketua RT2/7 Andi bersama pengurus LPM Kelurahan Curug, meninjau amblesnya Jalan Jembatan Gantung, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Senin (9/9). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
RUSAK : Ketua RT2/7 Andi bersama pengurus LPM Kelurahan Curug, meninjau amblesnya Jalan Jembatan Gantung, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Senin (9/9). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CURUG – Masyarakat yang biasa melintas di Jembatan Gantung, Kelurahan Curug, Bojongsari, harus lebih meningkatkan kewaspadaan.

Musababnya, jalan Jembatan Gantung mengalami kerusakan. Terjadi patahan di jalan jembatan tersebut. Padahal, jembatan tersebut belum genap setahun digunakan masyarakat untuk beraktifitas.

Ketua RT2/7, Andi mengatakan, jembatan Gantung merupakan akses vital masyarakat Kelurahan Curug dalam beraktifitas. Hal itu dikarenakan jembatan tersebut menguhungkan wilayah Curug Kota Depok dengan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Namun, kondisi jembatan gantung mengalami kerusakan khususnya pada akses jalan.

“Terjadi kerusakan atau amblesnya jalan Jembatan Gantung,” ujar Andi kepada Radar Depok, Senin (9/9).

Terdapat empat patahan jalan disisi bagian barat dan satu patahan dibagian timur Jembatan Gantung. Selain patahan, jalan tersebut juga ambles dari batas coran sisi jalan sekitar lima senti meter.

Andi Mengungkapkan, ablesnya coran jalan tersebut berawal dari hujan deras yang terjadi diwilayah Curug beberapa waktu lalu.

Apabila jembatan tersebut tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kerusakan jalan jembatan akan bertambah parah. Apalagi, jalan tersebut banyak digunakan masyarakat sebagai akses jalan pintas antara wilayah Kota Depok menuju wilayah Kabupaten Bogor untuk menghewat waktu perjalanan.

“Kami rusaknya jalan tidak menjadi lebih parah. Khawatir masyarakat tidak dapat menggunakan Jembatan Gantung dalam beraktifitas,” ucap Andi.

Perlu diketahui, Jembatan Gantung Curug merupakan aspirasi anggota DPR RI, yakni Mahfudz Abdurrahman dengan anggaran Rp3,5 miliar. Jembatan Gantung Curug selesai dikerjakan pada Februari 2019 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya