Berminat Jadi Ketum PSSI? Ini Syaratnya

In all sport, olahraga

 

JAKARTA – PSSI melalui Komisi Pemilihan dan Komisi Banding Pemilihan memutuskan untuk membuka pendaftaran Caketum dan Wacaketum PSSI periode 2019-2013. Tercatat pendaftaran dibuka dari tanggal 12 September hingga 3 Oktober 2019.

Ketua Komisi Pemilihan, Syarif Bastaman, menjelaskan sejak ditunjuk pada Kongres Luar Biasa pada 28 Oktober 2019, pihaknya sudah melakukan empat kali rapat tentang hal tersebut. Dengan apa yang sudah dilakukannya itu, mantan Anggota DPR RI itu menegaskan pembukaan pendaftaran tidak mendadak.

Bahkan, pihaknya sudah punya dua Surat Keputusan (SK) bersama dengan Komisi Pemilihan Banding. SK yang pertama sendiri terkait dengan hal-hal detail mengenai waktu pendaftaran.

’’Mulai dari pendaftaran, pemberitahuan kelengkapan dokumen, waktu melengkapi dokumen bagi para calon, dan menyampaikan kandidat sementara,’’ ucapnya. ’’Kalau ada banding kami juga sudah beritahukan waktunya,’’ lanjutnya.

SK yang kedua adalah berbentuk formulir yang jadi kewajiban bagi para calon untuk dilengkapi. Menurut Syarif, SK kedua ini yang paling penting. Sebab, SK tersebut disusun berdasarkan pengalaman pada pemilihan ketum PSSI yang pernah dilakukan.

’’Berkaca pada sebelumnya, intinya calon tidak boleh dari pihak kami (KP dan KBP), tidak boleh ikut pertarungan karena ujung-ujungnya gontok-gontokan dan bukan yang terbaik nanti yang lolos seleksi,’’ bebernya.

Selanjutnya adalah formulir di SK kedua itu adanya surat pernyataan atau Fakta Intergritas dari para calon. Fakta Integritasnya itu sendiri mewajibkan nantinya jika para calon lolos seleksi dan terpilih jadi Ketum dan Waketum PSSI, diharuskan meneruskan program PSSI yang sudah berjalan saat ini.

’’Harus memiliki kesanggupan, menyesuaikan, dan memahami untuk mengembangkan program PSIS yang sudah disetujui oleh FIFA, AFC, dan seterusnnya. Juga nanti ada Integrity Check yang dilakukan oleh Komisi Disiplin PSSI,’’ paparnya.

Syarif menjamin seleksi untuk Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI kali ini sangat ketat. dia menganalogikan pihaknya sudah menambah jaring yang sangat banyak agar yang lolos benar-benar kandidat terbaik. ’’Tapi keputusannya nanti kembali ke voters, kan pemilihan ada di tangan mereka,’’ bebernya.

Kongres Luar Biasa sendiri akan dilakukan pada 2 November mendatang. PSSI sendiri melalui Sekjen Ratu Tisha menyebut FIFA sudah setuju jika KLB dipercepat. Meski sempat ada surat resmi dari FIFA yang meminta Kongres tetap diadakan tahun depan pada 20 Januari. Tapi karena lobi-lobi yang sudah berjalan, FIFA setuju dengan usulan dari PSSI.

’’Exco sendiri sudah intens agar KLB dilakukan 2 November, kami juga intens berkomunikasi dengan FIFA. Akhirnya mereka tidak keberatan karena ini merupakan yuridiksi dari PSSI sendiri,’’ ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Banding Pemilihan (KBP) Erwin Tobing menyebut pihaknya sudah siap menerima banding dari para calon ketika tidak lolos persyaratan. Dia juga berjanji akan fair mengenai hal tersebut.

’’Yang jelas PSSI harus segera punya Ketum. Kami juga tidak boleh lari dari Statuta FIFA, banyak mata yang akan menyorot ke pemilihan ini. kami akan bekerja maksimal dan memang fakta integritas itu wajib dipenuhi,’’ tegasnya.

Dia berharap dengan penjaringan yang super ketat, nanti siapapun yang bakal terpilih jadi Ketum dan Waketum PSSI adalah terbaik. yang mampu membawa PSSI ke arah lebih baik.

’’Selama ini kan tidak lancar untuk penjaringannya, kami tidak mau terulang. Sebab, jabatan ketum PSSI itu menentukan sikap bangsa Indonesia dalam hal sepak bola ke depannya,’’ ujarnya.

Sejauh ini, sudah ada tiga kandidat Caketum dan Cawaketum PSSI untuk periode 2019-2023. Yakni pasangan M Iriawan alias Iwan Bule dan Cucu Sumantri, Rahim Soekasah, dan Doli Sinomba Siregar, serta yang terakhir Arif Putra Wicaksono dan Doni Setiabudi. Ketiga pasangan tersebut sudah mendeklarasikan diri untuk ikut bursa pemilikan Caketum dan Wacaketum PSSI periode 2019-2023. (jwp/rd)

 

Syarat Lolos Seleksi Caketum dan Wacaketum PSSI
1. Minimal berusia 30 tahun pada tanggal 2 November 2019. Yaitu kelahiran 2 November 1989 atau sebelumnya
2. Memiliki pengalaman 5 tahun (baik berturut-turut atau tidak) dalam mengelola sepak bola di anggota PSSI
3. Aktif dalam sepak bola Indonesia yang dibuktikan dengan surat dukungan/rekomendasi dari anggota PSSI. Ditandatangani oleh pihak yang berwenang dan disepakati oleh internal anggota PSSI
4. Memiliki pengetahuan akan tata kelola sepak bola (Football Governance) dan hukum sepak bola (Football Laws)
5. Memiliki pengalaman dalam posisi strategis/pengambil keputusan baik di swasta ataupun pemerintahan
6. Memahami, menyetujui, memiliki kemampuan, kecakapan untuk menyukseskan serta mengembangkan program PSSI yang sejalan dengan program FIFA serta AFC (Sebagaimana tercantum dalam panduan pemilihan komite eksekutif PSSI sebagai pedoman dasar pengelolaan)

Lampiran yang wajib diserahkan:
1. Pas foto bewarna background biru (4×6) sebanyak 4 lembar
2. CV yang menyatakan 5 tahun aktif di sepak bola
3. Surat keterangan dari anggota PSSI terkait setiap pengalaman yang dicantumkan
4. Fotocopy KTP atau identitas diri lainnya
5. SKCK
6. Surat keterangan tidak pernah dipidana dari pengadilan negeri setempat
7. Surat hasil pemeriksaan integritas dari Komdis PSSI
8. Formulir A-2

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Reza Indragiri Amriel.

Waspada Kriminalitas Mewabah di Depok

Reza Indragiri Amriel.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Satu persatu tidak kriminalitas mulai tumbuh di Kota Depok. Di

Read More...
mohammad idris baju ungu

Ada 40.423 KK yang Terima Bantuan di Depok

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 40.423 Kepala

Read More...
warga depok terkena virus

Data IDI : Di Indonesia 1.000 Orang Meninggal Terkait Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Data pasien positif Korona yang meninggal antara yang diumumkan Pemerintah berbeda dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu